telkomsel halo

Salesforce ungkap lonjakan adopsi AI Agentik di dunia bisnis

06:06:00 | 26 Aug 2026
Salesforce ungkap lonjakan adopsi AI Agentik di dunia bisnis
JAKARTA, 24 Agustus 2026 Salesforce mengungkap peningkatan signifikan dalam penggunaan agen kecerdasan buatan (AI) di lingkungan bisnis melalui laporan Agentic Enterprise Index 2026. Laporan tersebut menunjukkan perusahaan semakin banyak memanfaatkan agen AI untuk meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat layanan pelanggan, hingga mendorong pertumbuhan bisnis.

Berdasarkan analisis penggunaan platform Agentforce sepanjang Februari 2025 hingga April 2026, jumlah agen AI yang diaktifkan oleh organisasi meningkat hampir tiga kali lipat dalam satu tahun. Di sisi lain, waktu rata-rata pembuatan agen juga turun hingga 53%, menunjukkan perusahaan semakin cepat mengadopsi teknologi tersebut.

Salesforce menemukan dua pola utama dalam penerapan AI agentik. Industri dengan interaksi pelanggan tinggi, seperti ritel, cenderung menggunakan agen AI dalam jumlah besar untuk menangani kebutuhan pelanggan secara cepat. Sementara sektor dengan operasional kompleks dan regulasi ketat, seperti manufaktur, layanan keuangan, serta kesehatan, lebih banyak mengembangkan agen dengan kemampuan multitugas.

“Baik perusahaan menggunakan agen AI dalam skala besar maupun melalui proses yang kompleks, teknologi ini mulai memberikan nilai nyata. Kita sedang bergerak dari chatbot pasif menuju agen AI yang mampu menjalankan pekerjaan dan menghasilkan dampak bisnis,” ujar Joe Inzerillo, President of Enterprise AI and Technology Salesforce.

Salah satu indikator yang digunakan Salesforce adalah Agentic Work Unit (AWU), yaitu ukuran pekerjaan nyata yang berhasil diselesaikan oleh agen AI. Hingga April 2026, output AWU Agentforce tumbuh dengan tingkat pertumbuhan bulanan majemuk sebesar 15%.

Kemampuan agen AI juga mengalami peningkatan. Rata-rata agen kini mampu menjalankan enam keterampilan, naik dari sebelumnya hanya dua keterampilan pada awal 2025. Pada periode permintaan tinggi seperti musim belanja, agen AI di sektor ritel bahkan dapat menangani hingga sembilan keterampilan sekaligus.

Salesforce juga mencatat agen AI mulai berkembang dari sekadar memberikan respons menjadi sistem yang mampu melakukan tindakan langsung. Agen dapat mengakses data, menjalankan alur kerja, menerapkan aturan bisnis, hingga menyelesaikan proses seperti pengembalian dana atau penjadwalan layanan.

Di sektor industri kompleks, penggunaan agen AI terlihat pada implementasi Siemens. Perusahaan tersebut memanfaatkan Agentforce untuk mengelola proses kualifikasi ribuan prospek penjualan melalui sistem multiagen yang mampu bekerja secara otomatis dan berkelanjutan.

Sementara itu, sektor layanan keuangan menjadi salah satu industri yang menggabungkan kebutuhan otomatisasi tinggi dengan standar kepatuhan ketat. Industri ini menyumbang sekitar 10% dari total output AWU bulanan, terutama saat menghadapi lonjakan kebutuhan layanan pada periode tertentu seperti musim pelaporan pajak.

Dari sisi pengguna internal, tingkat kepercayaan terhadap agen AI juga meningkat. Interaksi mingguan karyawan dengan agen AI naik hingga 300% dalam setahun. Salesforce mencatat agen AI di Slack digunakan rata-rata 67 sesi per minggu pada April 2026, meningkat tiga kali lipat dibandingkan Februari.

Untuk pelanggan, agen AI juga semakin banyak digunakan dalam layanan. Dalam lima kuartal terakhir, agen AI menangani percakapan pelanggan 170 kali lebih banyak dibandingkan periode sebelumnya dan mampu menyelesaikan sekitar tujuh dari 10 percakapan tanpa bantuan manusia.

Salesforce menilai perkembangan AI agentik ke depan akan mengarah pada kombinasi antara kecepatan penerapan dan kemampuan menangani pekerjaan yang lebih kompleks. Perusahaan dapat menggunakan agen AI untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mengelola proses bisnis lintas fungsi secara lebih efektif.

GCG BUMN
Laporan Agentic Enterprise Index 2026 disusun berdasarkan data penggunaan agregat dari perusahaan yang menggunakan Agentforce dan produk Salesforce lainnya. Analisis mencakup organisasi yang memiliki agen AI aktif di lingkungan produksi setiap bulan selama periode penelitian. (mas)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories