telkomsel halo

Kemnaker siapkan SDM digital hadapi era AI

08:18:00 | 29 Jul 2026
Kemnaker siapkan SDM digital hadapi era AI
JAKARTA (IndoTelko) - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat pengembangan talenta digital nasional melalui kolaborasi bersama GreatNusa dari BINUS University dan Microsoft Indonesia. Kerja sama ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan teknologi perangkat lunak guna menghadapi perubahan kebutuhan industri.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, kemampuan digital, terutama penguasaan AI, kini menjadi salah satu kompetensi utama yang menentukan daya saing tenaga kerja. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan perusahaan teknologi diperlukan agar Indonesia mampu menghasilkan SDM yang siap menghadapi transformasi digital.

“Transformasi digital tidak bisa kita hindari. Kita harus memastikan tenaga kerja Indonesia memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri dan mampu bersaing secara global,” ujar Yassierli dalam acara AI Career Boost Day 2026 di Jakarta, Selasa (28/7).

Ia menilai perkembangan AI tidak seharusnya dianggap sebagai ancaman bagi lapangan kerja. Sebaliknya, teknologi tersebut membuka peluang munculnya profesi baru yang membutuhkan kemampuan digital dengan tingkat keahlian lebih tinggi.

Mengacu pada World Economic Forum Future of Jobs Report 2025, Yassierli menyebut perubahan teknologi diperkirakan berdampak terhadap sekitar 92 juta pekerjaan, namun juga berpotensi menciptakan sekitar 170 juta pekerjaan baru berbasis teknologi hingga 2030.

Kebutuhan terhadap tenaga kerja dengan kemampuan AI juga terus meningkat. Data LinkedIn menunjukkan permintaan talenta dengan keterampilan AI di Asia Tenggara meningkat 2,4 kali lipat. Sementara itu, 69 persen pemimpin perusahaan di Indonesia menyatakan tidak tertarik merekrut kandidat yang belum memiliki kemampuan AI.

Meski demikian, Yassierli menegaskan bahwa perkembangan AI bukan menjadi satu-satunya faktor penyebab berkurangnya tenaga kerja. Menurutnya, kondisi bisnis, daya saing perusahaan, serta faktor ekonomi juga turut memengaruhi dinamika pasar kerja.

“Automasi berbasis AI hanya salah satu faktor, bukan penyebab utama,” katanya.

Untuk mempercepat kesiapan tenaga kerja, Kemnaker terus mengembangkan Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai pusat peningkatan kompetensi sesuai kebutuhan industri. Pelatihan mencakup berbagai tingkat kemampuan, termasuk bidang smart operation, yang dilakukan melalui metode tatap muka maupun digital.

Selain peningkatan keterampilan, Kemnaker juga memperkuat layanan job fair daring agar pencari kerja dapat lebih mudah terhubung dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga profesional.

Yassierli mencontohkan keberhasilan Hyderabad, India, yang mampu meningkatkan perekrutan tenaga kerja hingga 11 persen melalui ekosistem talenta digital yang melibatkan pemerintah, pendidikan, dan industri.

Menurutnya, Indonesia memiliki peluang serupa apabila mampu membangun sistem pengembangan talenta digital yang terintegrasi.

“Kita membutuhkan kolaborasi, kemampuan beradaptasi, dan kesiapan SDM untuk menguasai teknologi baru,” ujar Yassierli.

Ia menambahkan, pengembangan kompetensi digital harus berjalan bersama dengan penguatan kemampuan manusia seperti empati, berpikir kritis, pengambilan keputusan, dan kolaborasi.

GCG BUMN
“AI harus dimanfaatkan untuk memperkuat kualitas manusia agar dapat mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories