JAKARTA (IndoTelko) - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengapresiasi langkah Induk Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (Inkop TKBM) Pelabuhan yang mulai menerapkan transformasi digital dalam pengelolaan layanan kepelabuhanan. Inisiatif tersebut dinilai mampu mendorong tata kelola koperasi yang lebih modern, transparan, serta meningkatkan kesejahteraan para pekerja.
Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah saat membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Inkop TKBM Pelabuhan Tahun Buku 2025 di Jakarta, Rabu (15/7).
Menurut Afriansyah, penerapan sistem digital membuat proses administrasi koperasi menjadi lebih efektif, mulai dari pengelolaan data pekerja hingga pencatatan keuangan. Seluruh proses dapat dipantau secara lebih terbuka oleh anggota maupun pengurus sehingga memperkuat akuntabilitas organisasi.
Implementasi aplikasi digital tersebut akan memberikan manfaat bagi lebih dari 86 ribu tenaga kerja bongkar muat yang tergabung dalam 120 koperasi primer di berbagai pelabuhan di Indonesia. Melalui platform tersebut, data identitas, kompetensi, hingga distribusi pekerjaan pekerja dapat dikelola secara terintegrasi.
Selain mempermudah pendataan, sistem juga mendukung penyaluran tenaga kerja secara lebih merata dan transparan. Para anggota koperasi dapat mengakses informasi mengenai jadwal kerja serta hak-hak yang mereka terima melalui layanan berbasis digital.
Afriansyah menilai transformasi ini menjadi langkah strategis seiring meningkatnya modernisasi di sektor kepelabuhanan. Penggunaan teknologi otomatis seperti Automated Guided Vehicles (AGV) dan Automated Stacking Cranes (ASC) menuntut koperasi untuk beradaptasi agar tetap relevan dan mampu memberikan layanan yang profesional.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa penerapan teknologi harus tetap diiringi dengan penguatan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Mengingat aktivitas bongkar muat memiliki tingkat risiko yang tinggi, perlindungan terhadap pekerja harus menjadi perhatian utama.
Kemnaker menekankan pentingnya kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan, penyediaan alat pelindung diri (APD) yang memadai, serta penerapan budaya K3 secara konsisten di lingkungan kerja.
Sementara itu, Ketua Umum Inkop TKBM Pelabuhan HM Nasir mengatakan digitalisasi akan diterapkan secara bertahap di seluruh jaringan koperasi TKBM di Indonesia dalam waktu satu tahun ke depan.
Selain meningkatkan kualitas layanan bongkar muat, transformasi digital juga akan mendukung pengembangan berbagai unit usaha koperasi, mulai dari simpan pinjam, pembiayaan kendaraan, minimarket, klinik kesehatan, pengembangan perumahan, perkebunan kelapa sawit, hingga sektor peternakan.
Menurut Nasir, Inkop TKBM akan terus memperkuat kapasitas koperasi melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia, digitalisasi layanan, penguatan sistem pengawasan, serta pengembangan usaha produktif yang disesuaikan dengan potensi di masing-masing daerah. (mas)