JAKARTA (IndoTelko) -Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mewajibkan perusahaan yang ingin menjadi mitra penyelenggara Program Magang Nasional (MagangHub) 2026 untuk terlebih dahulu terdaftar dalam sistem Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP). Ketentuan tersebut menjadi bagian dari proses verifikasi guna memastikan legalitas perusahaan serta validitas data ketenagakerjaan yang dimiliki.
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah, mengatakan perusahaan juga harus memastikan seluruh data yang tercantum dalam sistem WLKP telah diperbarui sebelum mengajukan pendaftaran sebagai mitra Program MagangHub 2026.
Menurutnya, perusahaan perlu memastikan status pendaftaran WLKP telah aktif, melakukan pembaruan informasi perusahaan, serta memastikan seluruh data yang disampaikan valid agar proses pendaftaran dapat berjalan sesuai ketentuan.
Darmawansyah menjelaskan, persyaratan tersebut merupakan bagian dari upaya Kemnaker menjaga kualitas pelaksanaan Program MagangHub. Melalui proses verifikasi, pemerintah dapat memastikan setiap perusahaan mitra memiliki identitas dan legalitas yang jelas sekaligus siap menjadi tempat pembelajaran yang layak bagi peserta magang.
Ia menambahkan, perusahaan dapat melakukan pengecekan sekaligus memperbarui data melalui sistem WLKP sebelum mengajukan diri sebagai mitra penyelenggara Program MagangHub 2026.
Selain memenuhi persyaratan administrasi, data perusahaan yang akurat dinilai akan mempercepat proses seleksi dan verifikasi sehingga pelaksanaan program dapat berlangsung secara tertib, transparan, dan akuntabel.
Kemnaker juga mengajak perusahaan dari berbagai sektor industri untuk berpartisipasi dalam Program MagangHub 2026. Sinergi antara pemerintah dan dunia usaha diharapkan mampu memperluas kesempatan belajar di lingkungan kerja sekaligus mencetak talenta muda yang kompeten, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan industri.
Melalui program tersebut, perusahaan tidak hanya berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia, tetapi juga memperoleh peluang untuk menjaring calon tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan bisnis di masa depan. (mas)