telkomsel halo

Ancaman AI ke dunia kerja, Indonesia perkuat pelatihan SDM

06:39:00 | 11 Jun 2026
Ancaman AI ke dunia kerja, Indonesia perkuat pelatihan SDM
JAKARTA (IndoTelko) - Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengajak negara-negara anggota Asia Pacific Group (ASPAG) memperkuat kerja sama pengembangan keterampilan tenaga kerja guna menghadapi perubahan dunia kerja akibat disrupsi teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

Ajakan tersebut disampaikan dalam Asia Pacific Group Ministerial Meeting yang menjadi bagian dari rangkaian International Labour Conference 2026 di Jenewa, Swiss.

Menurut Yassierli, tantangan ketenagakerjaan di kawasan Asia Pasifik semakin kompleks, mulai dari pengangguran, meningkatnya pekerjaan informal, hingga risiko pergeseran pekerjaan akibat adopsi teknologi dan AI yang semakin masif.

“Indonesia percaya kerja sama antarnegara menjadi semakin penting. Tantangan ketenagakerjaan tidak bisa dihadapi sendiri. Kekuatan kita ada pada kemauan untuk saling berbagi praktik baik dan saling belajar,” ujarnya.

Ia menilai kolaborasi regional diperlukan agar setiap negara dapat berbagi pengalaman, kebijakan, serta strategi dalam menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri masa depan, sekaligus memastikan perlindungan pekerja tetap terjaga.

Dalam forum tersebut, Indonesia memaparkan sejumlah program peningkatan kompetensi tenaga kerja yang tengah dijalankan pemerintah. Salah satunya Program Pemagangan Nasional bagi lulusan perguruan tinggi yang memberikan pengalaman kerja selama enam bulan dengan dukungan uang saku setara upah minimum. Program ini ditargetkan menjangkau 150 ribu peserta sepanjang 2026.

Selain itu, pemerintah juga menjalankan Program Pelatihan Vokasi Nasional yang menyasar lulusan sekolah menengah atas dan sederajat dengan target 300 ribu peserta.

Yassierli menegaskan kedua program tersebut dirancang secara inklusif dengan membuka akses yang sama bagi perempuan, penyandang disabilitas, serta masyarakat di wilayah terpencil dan perbatasan.

Indonesia juga menawarkan kerja sama di sejumlah bidang prioritas, antara lain pengembangan kurikulum vokasi berbasis keterampilan masa depan, pembangunan pusat pelatihan bagi penyandang disabilitas, penguatan komunitas pertanian, hingga pembentukan klinik produktivitas dan pusat teknologi tepat guna.

Menurutnya, langkah tersebut penting agar transformasi teknologi tidak menjadi ancaman bagi pekerja, melainkan peluang untuk meningkatkan kompetensi, memperluas akses pekerjaan, dan memperkuat daya saing tenaga kerja di kawasan.

“Indonesia siap berbagi dan belajar. Kita memiliki banyak hal yang dapat saling ditawarkan untuk membangun kawasan yang lebih kuat dan tangguh bagi para pekerja,” katanya.

GCG BUMN
Melalui kerja sama ASPAG, Indonesia berharap transformasi digital dan AI dapat dimanfaatkan untuk menciptakan pasar kerja yang lebih inklusif, produktif, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories