telkomsel halo

Kemnaker siap dampingi perusahaan serap pekerja disabilitas

06:58:00 | 31 May 2026
Kemnaker siap dampingi perusahaan serap pekerja disabilitas
JAKARTA (IndoTelko) - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan komitmennya dalam mendorong terciptanya dunia kerja yang inklusif bagi penyandang disabilitas di sektor industri.

Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi mengatakan pemerintah siap memberikan pendampingan kepada perusahaan dalam proses penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas, mulai dari tahap rekrutmen hingga penyediaan fasilitas kerja yang sesuai kebutuhan.

“Kemnaker hadir untuk mendampingi perusahaan, mulai dari pemetaan jabatan yang sesuai hingga memastikan tersedianya fasilitas pendukung agar tenaga kerja disabilitas dapat bekerja secara nyaman dan produktif,” ujarnya saat melakukan kunjungan ke sejumlah perusahaan di Malang dan Blitar, Kamis-Jumat (7-8/5).

Dalam kunjungan tersebut, Kemnaker turut didampingi Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Firmanuddin.

Kemnaker memberikan apresiasi kepada empat entitas usaha, yakni PT Burger Buto, PT Gandum, Rumah Batik Kinarsih, dan Warung Bambu Barokah yang dinilai berhasil membangun lingkungan kerja inklusif bagi penyandang disabilitas.

Menurut Cris, perusahaan-perusahaan tersebut tidak hanya memenuhi ketentuan kuota 1 persen tenaga kerja disabilitas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, tetapi juga menunjukkan komitmen nyata terhadap kesetaraan kesempatan kerja.

“Apa yang mereka lakukan menunjukkan bahwa inklusivitas bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi bentuk nyata penghargaan terhadap potensi dan hak kerja penyandang disabilitas,” katanya.

Kemnaker juga mengapresiasi keberanian sejumlah perusahaan dalam membuka peluang kerja bagi kelompok disabilitas yang masih sering menghadapi stigma, seperti penyandang disabilitas mental dan intelektual.

Rumah Batik Kinarsih diketahui mempekerjakan penyandang disabilitas mental, sementara PT Burger Buto dan Warung Bambu Barokah memberikan kesempatan kerja bagi penyandang tunagrahita.

“Dengan dukungan dan pengelolaan yang tepat, penyandang disabilitas mental maupun intelektual mampu memberikan kontribusi positif bagi perkembangan usaha,” ujar Cris.

Kemnaker berharap praktik baik dari sejumlah perusahaan di Malang dan Blitar tersebut dapat menjadi contoh bagi pelaku usaha lain untuk memperluas kesempatan kerja yang lebih setara dan inklusif di berbagai daerah.

GCG BUMN
Menurut Kemnaker, lingkungan kerja yang inklusif tidak hanya menciptakan keadilan sosial, tetapi juga mampu memperkuat produktivitas dan solidaritas di tempat kerja. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories