JAKARTA (IndoTelko) Momentum Ramadan kerap memicu lonjakan transaksi, baik bagi pelaku UMKM maupun korporasi. Peningkatan permintaan, terutama untuk produk fesyen, hampers, dan kue kering, membuka peluang kenaikan omzet. Namun di sisi lain, arus pesanan yang melonjak menuntut kesiapan distribusi agar pengiriman tetap tepat waktu dan kepuasan pelanggan terjaga.
Chief Marketing Officer Lion Parcel, Kenny Kwanto, mengatakan periode Ramadan selalu diwarnai peningkatan volume kiriman. “Pelaku usaha perlu menyiapkan strategi logistik sejak awal agar lonjakan pesanan dapat terkelola dan pengiriman tetap lancar,” ujarnya.
Untuk menjaga efisiensi operasional selama periode sibuk tersebut, pelaku usaha dapat mempertimbangkan sejumlah langkah berikut:
Proyeksi Permintaan Lebih Dini
Analisis tren Ramadan tahun sebelumnya menjadi dasar penting dalam memperkirakan kenaikan pesanan. Dengan proyeksi yang matang, pengaturan stok, jadwal produksi, hingga rencana distribusi dapat disusun lebih terstruktur.
Sesuaikan Layanan dengan Urgensi
Kebutuhan pengiriman menjelang Lebaran cenderung mendesak, terutama bagi konsumen yang berbelanja mendekati hari raya. Lion Parcel menyediakan opsi layanan prioritas seperti BOSSPACK untuk pengiriman cepat, sementara REGPACK dan JAGOPACK dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan reguler maupun ekonomis.
Optimalkan Pengiriman Paket Besar
Distribusi dalam jumlah besar, baik ke cabang maupun reseller, juga meningkat saat Ramadan. Untuk kebutuhan ini, Lion Parcel menghadirkan BIGPACK FAST yang melayani pengiriman mulai 10 kg dengan estimasi waktu lebih singkat dan tarif mulai Rp6.500/kg.
Sederhanakan Pengelolaan Ongkir
Bagi pelaku usaha yang berjualan melalui media sosial atau social commerce, penghitungan ongkir kerap menyita waktu saat volume pesanan tinggi. Skema COD Ongkir memungkinkan pembayaran produk diterima lebih dulu, sementara ongkos kirim dibayarkan penerima saat barang tiba, sehingga administrasi menjadi lebih praktis.
Ramadan bukan hanya momentum peningkatan transaksi, tetapi juga ajang memperkuat loyalitas pelanggan. Strategi distribusi yang terencana, didukung mitra logistik dengan jaringan luas dan layanan variatif, menjadi kunci menjaga kelancaran operasional di tengah lonjakan permintaan. (mas)