ngaji.ai perkuat posisi sebagai pendamping ibadah digital jelang Ramadan 1447 H

08:41:00 | 19 Feb 2026
ngaji.ai perkuat posisi sebagai pendamping ibadah digital jelang Ramadan 1447 H
JAKARTA (IndoTelko) - Menyambut Ramadan 1447 Hijriah, aplikasi pembelajaran Al-Qur’an ngaji.aimelakukan transformasi layanan untuk memperluas peran sebagai pendamping ibadah harian. Jika sebelumnya dikenal sebagai aplikasi belajar mengaji, kini platform tersebut dikembangkan menjadi ekosistem ibadah digital yang lebih terstruktur dan kontekstual bagi Muslim modern.

Hingga awal 2026, ngaji.ai telah digunakan oleh sekitar 403 ribu pengguna, dengan lebih dari 39 ribu pelanggan premium. Capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan akan solusi ibadah yang praktis, personal, dan relevan dengan ritme kehidupan urban.

Chief Business Development Officer Vokal.ai, Fara Abdullah, menyebut fase ini sebagai tahap pematangan strategi produk. Menurutnya, ngaji.ai dikembangkan untuk menjadi solusi yang berdampak nyata sekaligus tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman. Ia menilai banyak Muslim ingin lebih dekat dengan Al-Qur’an, namun kerap terkendala konsistensi dan manajemen waktu. Di sinilah teknologi dinilai dapat berperan sebagai fasilitator, bukan sekadar alat.

Dari sisi penggunaan, aplikasi ini mencatat rata-rata durasi akses lebih dari tujuh menit per hari per pengguna. Chief Operating Officer Vokal.ai, Vanya Sunanto, menilai angka tersebut menunjukkan keterlibatan yang berkelanjutan. Pengguna dinilai tidak hanya mengunduh, tetapi benar-benar menjadikan aplikasi sebagai bagian dari rutinitas ibadah.

Transformasi fitur menjadi salah satu fokus utama. Selain penyempurnaan tampilan beranda, ngaji.ai menghadirkan fitur Sholat untuk pencatatan ibadah wajib, Doa dan Dzikir harian, serta fitur Ikhtiar. Melalui Ikhtiar, pengguna diarahkan memilih satu fokus amalan selama tujuh hari, dengan target yang dipecah menjadi tugas-tugas kecil dan realistis. Pendekatan ini dirancang untuk mendorong konsistensi tanpa menimbulkan tekanan berlebihan.

Memasuki 2026, perusahaan juga menyiapkan ekspansi kolaborasi strategis dengan institusi bisnis maupun pemerintah. Dalam jangka panjang, pasar Asia Tenggara dengan populasi Muslim yang besar menjadi potensi pengembangan berikutnya, seiring meningkatnya adopsi teknologi berbasis kecerdasan buatan dalam sektor edukasi dan keagamaan.

Dari sisi dampak sosial, ngaji.ai melanjutkan kemitraan dengan Rumah Zakat yang kini memasuki tahun kedua. Sebagian pendapatan langganan premium dialokasikan untuk program kemanusiaan, pendidikan, penanggulangan bencana, hingga inisiatif Ramadan. Selain itu, kolaborasi edukasi juga dilakukan bersama institusi pendidikan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Kota Bandung, serta komunitas Muslim dan mitra gaya hidup.

Dengan penguatan fitur dan perluasan kolaborasi, ngaji.ai menargetkan Ramadan 1447 H sebagai momentum membangun kebiasaan ibadah yang lebih konsisten dan terstruktur. Perusahaan menilai teknologi dapat menjadi jembatan agar interaksi dengan Al-Qur’an semakin dekat, praktis, dan berkelanjutan di tengah dinamika kehidupan modern. (mas)

Artikel Terkait