telkomsel halo

Kecantikan dongkrak FMCG E-commerce, 1.900 brand tersingkir

07:39:00 | 19 Feb 2026
Kecantikan dongkrak FMCG E-commerce, 1.900 brand tersingkir
JAKARTA (IndoTelko) - Industri fast-moving consumer goods (FMCG) di kanal e-commerce nasional mencatat lonjakan signifikan dalam empat tahun terakhir. Data Compas.co.id yang dipaparkan dalam ajang EPIC Awards 2026 menunjukkan nilai transaksi FMCG meningkat 168,7%, dari Rp48 triliun pada 2022 menjadi Rp129 triliun di akhir 2025.

Di tengah tekanan ekonomi global, pasar domestik justru memperlihatkan daya tahan yang solid. Kategori perawatan dan kecantikan menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan 204,5% sejak 2022. Segmen parfum mencatatkan ekspansi paling agresif hingga 306,7%, dengan parfum pria tumbuh sekitar 70% sepanjang 2025, ditopang ekspansi dan inovasi brand lokal.

Selain kecantikan, kategori makanan dan minuman juga bertumbuh 147%. Tren pembelian dalam jumlah besar atau sistem kartonan melonjak hingga 563%, mencerminkan perubahan perilaku konsumen yang semakin mengutamakan efisiensi harga per unit. Fenomena ini mempertegas munculnya profil smart consumer yang lebih rasional dalam berbelanja.

Namun, pertumbuhan tinggi tersebut diiringi kompetisi yang makin ketat. Lebih dari 1.900 brand FMCG tercatat keluar dari pasar karena gagal menyesuaikan diri dengan dinamika platform dan preferensi konsumen yang cepat berubah.

CEO Compas.co.id, Hanindia Narendrata, menilai adaptasi menjadi faktor penentu di 2026. Menurutnya, brand harus memahami karakter tiap platform. Shopee kini berperan sebagai efficiency hub untuk belanja rutin yang cepat dan hemat, sementara Shop Tokopedia Group (STG) berkembang sebagai discovery engine yang mendorong eksplorasi produk baru melalui live shopping dan konten video.

Dalam laporan yang sama, Shopee masih memimpin pangsa pasar dengan 55,9%. Adapun Shop Tokopedia Group mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 59% pada 2025 pasca integrasi dengan TikTok Shop, melampaui rata-rata industri.

Ke depan, Compas.co.id memproyeksikan permintaan produk multifungsi akan semakin kuat. Hal ini tercermin dari kenaikan penjualan suplemen kesehatan berbahan Astaxanthin yang melonjak 477%, menandakan preferensi konsumen terhadap produk dengan manfaat ganda dalam satu pembelian.

GCG BUMN
Manajemen Compas.co.id mendorong pemilik brand FMCG untuk mengoptimalkan pemanfaatan data dan analitik guna membaca perilaku konsumen secara lebih presisi. Pendekatan berbasis insight dinilai krusial agar brand mampu bertahan dan memenangkan persaingan di lanskap e-commerce yang semakin kompetitif. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Ramadan 2026
More Stories