JAKARTA (IndoTelko) Harga Bitcoin masih bergerak fluktuatif di tengah tekanan sentimen global. Pada Kamis (19/2) siang, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$67.172 setelah sempat tergelincir di bawah US$66.500 menyusul rilis risalah rapat bank sentral Amerika Serikat yang dinilai lebih agresif dari perkiraan pasar.
Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menilai pelemahan ini mencerminkan respons cepat pelaku pasar terhadap perubahan ekspektasi kebijakan moneter AS. Menurutnya, nada hawkish dalam minutes membuat investor kembali menghitung peluang penurunan suku bunga dalam waktu dekat. Ketika proyeksi pemangkasan suku bunga bergeser, aset berisiko seperti kripto cenderung ikut tertekan.
Risalah rapat Januari yang dirilis usai pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) menunjukkan mayoritas pejabat belum melihat urgensi untuk kembali memangkas suku bunga. Bahkan, terdapat ruang pembahasan kemungkinan penyesuaian ke atas apabila inflasi tetap bertahan di atas target 2%. Dalam rapat 2728 Januari tersebut, suku bunga dipertahankan di kisaran 3,5%3,75% melalui voting 10-2.
Tekanan terhadap Bitcoin semakin besar di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran yang mendorong harga minyak melonjak dan memicu pergeseran ke aset aman. Kondisi risk-off ini, menurut Fyqieh, biasanya memperbesar volatilitas kripto karena investor cenderung mengurangi eksposur pada instrumen berisiko.
Pasar juga mencermati dinamika kepemimpinan Federal Reserve. Masa jabatan Ketua The Fed Jerome Powell dijadwalkan berakhir pada Mei 2026, sementara Presiden AS Donald Trump telah menominasikan Kevin Warsh sebagai calon pengganti. Meski Warsh dikenal lebih condong ke kebijakan suku bunga rendah, mayoritas anggota FOMC saat ini masih memprioritaskan pengendalian inflasi. Pelaku pasar berjangka memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga paling cepat terjadi pada Juni 2026.
Secara teknikal, Fyqieh menilai Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan pergerakan terbatas. Area support jangka pendek berada di rentang US$66.200 hingga US$67.800. Selama zona tersebut mampu dipertahankan, peluang rebound masih terbuka meski terbatas.
Adapun resistensi terdekat berada di sekitar US$68.380. Jika mampu ditembus, harga berpotensi menguji area berikutnya di kisaran US$69.250 hingga US$70.800. Namun apabila tekanan jual kembali meningkat dan support gagal dipertahankan, risiko koreksi lanjutan tetap perlu diantisipasi.
Dengan kombinasi kebijakan moneter yang cenderung ketat, ketidakpastian arah kepemimpinan bank sentral AS, serta dinamika geopolitik global, pasar kripto diperkirakan masih bergerak fluktuatif dalam beberapa pekan mendatang sambil menunggu katalis baru. (mas)