JAKARTA (IndoTelko) PT Pos Indonesia (Persero) resmi memperluas portofolio bisnisnya dengan meluncurkan layanan kargo internasional yang menyasar kebutuhan Pekerja Migran Indonesia (PMI) serta jamaah Haji dan Umrah. Layanan ini dihadirkan untuk mempermudah pengiriman barang dari luar negeri ke Indonesia dengan proses yang lebih terintegrasi dan patuh regulasi.
Peluncuran layanan kargo internasional tersebut digelar di Jakarta, 14 Januari 2026, dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Kementerian Luar Negeri, Kementerian Haji dan Umrah, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), hingga Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Pos Indonesia juga menggandeng mitra logistik internasional, Mohsen Cargo Services (MCS), untuk mendukung operasional lintas negara.
Plt Direktur Bisnis Kurir dan Logistik Pos Indonesia, Prasabri Pesti, menjelaskan bahwa layanan Kargo PMI, Kargo Haji, dan Kargo Umrah dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan pengiriman dengan karakteristik tertentu, seperti volume barang yang besar, kepastian alur proses, serta kepatuhan terhadap ketentuan kepabeanan dan perlindungan warga negara Indonesia.
“Melalui kargo internasional ini, Pos Indonesia ingin memastikan pengiriman barang berjalan aman, memiliki kepastian proses, serta sesuai regulasi. Kami berperan sebagai penghubung utama antara kebutuhan logistik PMI maupun jamaah Haji dan Umrah dengan jaringan logistik nasional dan global,” ujar Prasabri.
Sebagai simbol kesiapan layanan, dilakukan penyerahan simbolis kargo dari MCS kepada jajaran direksi Pos Indonesia. Momentum ini menandai dimulainya peran Pos Indonesia sebagai gerbang utama pengiriman kargo internasional bagi PMI serta jamaah Haji dan Umrah menuju Indonesia.
Didukung jaringan yang menjangkau hingga pelosok Tanah Air, Pos Indonesia optimistis layanan ini akan memberikan kemudahan bagi masyarakat. Ke depan, perusahaan pelat merah ini berkomitmen memperkuat sinergi dengan kementerian, lembaga, dan mitra internasional sebagai bagian dari transformasi menuju pemain logistik nasional dan internasional. (mas)