telkomsel halo

Laba XLSMART melonjak 63% pasca merger

04:08:00 | 18 Feb 2026
Laba XLSMART melonjak 63% pasca merger
Manajemen XLSmart
JAKARTA (IndoTelko) PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSmart) mencatat lonjakan kinerja keuangan sepanjang 2025 pasca merger dengan pertumbuhan laba bersih menjadi sorotan utama. Normalized Profit After Tax (PAT) tumbuh 63% secara tahunan menjadi Rp3,0 triliun, menandai penguatan bottom line di tengah fase integrasi besar.

Pendapatan perusahaan mencapai Rp42,5 triliun atau naik 23% YoY. Sementara normalized EBITDA tumbuh 13% menjadi Rp20,1 triliun dengan margin EBITDA terjaga di level 47%. Struktur profitabilitas ini menunjukkan kemampuan perseroan menjaga efisiensi sekaligus meningkatkan skala bisnis.

Kontribusi layanan data dan digital kini menyumbang lebih dari 90% total pendapatan, memperkuat kualitas revenue yang lebih resilien dan berorientasi pertumbuhan jangka panjang.

Presiden Direktur dan CEO XLSMART Rajeev Sethi menyatakan integrasi merger berjalan lebih cepat dari rencana dengan realisasi sinergi mencapai US$250 juta di tahun pertama. Efisiensi tersebut memberikan ruang ekspansi margin dan memperkuat fundamental laba.

Kenaikan ARPU turut menopang profitabilitas. ARPU blended akhir 2025 berada di Rp39,5 ribu, sementara ARPU kuartal IV mencapai Rp44,8 ribu naik dari Rp38,9 ribu di kuartal sebelumnya. Peningkatan ini mencerminkan keberhasilan monetisasi serta penyederhanaan produk.

Total pelanggan mencapai 73 juta dengan trafik data tumbuh 38% YoY menjadi 14.566 petabytes, menandakan pertumbuhan yang tidak hanya berbasis harga namun juga volume konsumsi.

Dari sisi neraca, posisi keuangan terjaga dengan utang kotor Rp23,7 triliun dan utang bersih Rp21,0 triliun. Rasio net debt to EBITDA berada di 3,38x. Perseroan tidak memiliki utang berdenominasi dolar AS sehingga risiko kurs relatif terkelola.

Free Cash Flow mencapai Rp6,6 triliun meskipun belanja modal mencapai Rp11,2 triliun untuk integrasi jaringan dan ekspansi 5G. Struktur pendanaan didominasi pinjaman berbunga mengambang sebesar 87% dan 13% berbunga tetap.

Ekspansi Jaringan

Integrasi jaringan menghasilkan peningkatan kecepatan unduh pelanggan hingga 83%. Hingga akhir 2025 jumlah BTS menembus lebih dari 225 ribu unit atau naik 36% YoY dengan sekitar 34.500 objek telah terintegrasi.

Peluncuran 5G serentak di 33 kota memperkuat monetisasi layanan premium melalui brand XL Prepaid, XL Prio, AXIS, dan Smartfren. Strategi blanket city coverage, auto 5G experience, serta dedicated 5G spectrum menjadi diferensiasi utama dalam mendorong pertumbuhan ARPU.

GCG BUMN
Dengan kombinasi pertumbuhan pendapatan dua digit, lonjakan laba bersih, realisasi sinergi signifikan, serta arus kas yang kuat, XLSMART memasuki 2026 dengan struktur keuangan yang lebih solid dan ruang ekspansi margin yang terbuka lebar. Fokus ke depan diarahkan pada pertumbuhan berkualitas dan optimalisasi profitabilitas pasca integrasi. (ak)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories