JAKARTA (IndoTelko) Seiring meningkatnya peran kematangan digital dalam pertumbuhan PDB Indonesia, kecerdasan buatan (AI) bertransformasi dari teknologi eksklusif korporasi menjadi infrastruktur nasional yang esensial, setara dengan air dan listrik, dalam menopang perekonomian nasional.
BDx Data Centers, penyedia infrastruktur AI-native terkemuka di Asia Tenggara, menyoroti pergeseran penting dalam lanskap digital kawasan ini untuk tahun 2026.
Menurut mereka, pusat data tidak lagi sekadar tempat penyimpanan data, melainkan telah berkembang menjadi infrastruktur komputasi berperforma tinggi yang mendukung kedaulatan digital dan skala ekonomi nasional.
Dalam rilisnya, Mayank Srivastava, CEO BDx Data Centers, menyatakan bahwa tren utama tahun 2026 adalah keterkaitan antara energi dan komputasi.
"Tantangan utama AI bukan lagi perangkat lunak, melainkan ketersediaan dan efisiensi energi," ujarnya.
Srivastava menambahkan bahwa teknologi pendinginan cair langsung ke chip (direct-to-chip), yang diterapkan BDx, memungkinkan perangkat keras generasi 2026 seperti kluster NVIDIA GB200 dengan daya hingga 150kW per unit, mencapai standar PUE (power usage effectiveness) hingga 1,1.
Hal ini menetapkan standar baru bagi komputasi AI berdensitas tinggi yang berkelanjutan.
Selain itu, BDx mengoperasikan infrastruktur AI berdaulat melalui jaringan interconnected mesh yang mencakup 53 lokasi edge dan kampus inti. Ia menjelaskan bahwa arsitektur ini memastikan proses pelatihan dan inferensi AI berlangsung secara lokal, aman, dan tangguh, sesuai regulasi data Indonesia (GR 71/2019).
Srivastava juga mengungkapkan bahwa perusahaan sedang menguji platform AI kuantum hibrida pertama di kawasan ini melalui fasilitas uji coba di Singapura. Pendekatan ini berpotensi menghadirkan sistem kuantum berdaya 25kW yang mampu menyamai kapasitas komputasi GPU tradisional hingga 50MW, yang dapat mengubah paradigma efisiensi energi secara fundamental.
Dengan langkah ini, BDx menegaskan posisi Indonesia dan kawasan sebagai pusat inovasi AI dan superkomputasi yang mendukung kedaulatan digital dan pertumbuhan ekonomi nasional di masa depan.(ak)