telkomsel halo

Kaspersky ingatkan risiko kebocoran identitas digital di era AI

07:08:00 | 28 Okt 2026
Kaspersky ingatkan risiko kebocoran identitas digital di era AI
JAKARTA (IndoTelko) Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) meningkatkan risiko pengungkapan identitas pribadi melalui praktik doxing, yakni pengumpulan dan penyebaran informasi pribadi tanpa persetujuan pemiliknya. Kaspersky memperingatkan, pelaku kejahatan siber kini dapat memanfaatkan AI untuk menghubungkan informasi yang tersebar di internet menjadi profil digital terperinci dengan biaya relatif rendah.

Dalam laporan yang disampaikan pada 26 Oktober 2026, Kaspersky menjelaskan bahwa perangkat berbasis AI dapat menelusuri sumber terbuka, mengakses informasi dari basis data yang bocor, dan menghubungkan berbagai petunjuk digital. Informasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk menguntit korban, meretas akun, melakukan perundungan, hingga pemerasan.

Analis Open Measures menemukan bahwa sejak Oktober 2025, pengguna forum Soyjak.party telah mendiskusikan dan menggunakan AI untuk mengungkap identitas pengguna anonim. Perangkat yang digunakan mampu mengotomatiskan pengumpulan informasi, mengekstrak metadata foto dan video, serta memperkirakan lokasi seseorang berdasarkan alamat IP yang ditemukan.

Meski perangkat yang teridentifikasi di forum tersebut kini tidak lagi berfungsi, alat serupa dilaporkan telah menyebar ke forum berbasis gambar lainnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa ancaman terhadap privasi digital tidak hanya bergantung pada satu perangkat, tetapi juga pada penyebaran teknologi serupa di berbagai komunitas daring.

Risiko tersebut turut terlihat dalam penelitian pada Februari 2026 terhadap 338 pengguna Hacker News. Peneliti menghapus nama, nama pengguna, dan tautan media sosial dari rangkuman unggahan mereka, kemudian meminta AI mengidentifikasi pemiliknya berdasarkan informasi pekerjaan, minat, dan latar belakang pribadi.

Hasilnya, AI berhasil mengidentifikasi 226 orang atau sekitar dua pertiga dari sampel penelitian. Biaya identifikasi diperkirakan hanya US$1US$4 per pengguna.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa informasi yang tampak tidak berbahaya ketika dibagikan secara terpisah dapat digunakan untuk mengungkap identitas seseorang ketika dikombinasikan dengan teknologi AI.

Sembilan Langkah
Kaspersky menilai penghapusan seluruh jejak digital hampir mustahil dilakukan. Karena itu, pengguna perlu membatasi informasi pribadi yang tersedia secara daring sekaligus mengurangi kemungkinan pihak lain menghubungkan informasi tersebut.

Kaspersky merekomendasikan sembilan langkah untuk mengurangi risiko doxing:

1. Cari informasi pribadi di internet. Gunakan nama lengkap, alamat email, nama panggilan, dan nomor telepon untuk memeriksa informasi yang dapat diakses publik.
2. Batasi akses ke profil media sosial. Atur profil menjadi privat dan tinjau kembali unggahan, komentar, serta informasi lama yang tidak lagi diperlukan.
3. Hapus akun yang tidak aktif. Akun lama berpotensi menyimpan informasi pribadi yang dapat terekspos ketika terjadi kebocoran data.
4. Aktifkan autentikasi dua faktor. Lapisan keamanan tambahan membantu mencegah akses tidak sah meskipun kata sandi diketahui pihak lain.
5. Hapus metadata foto dan video. Metadata dapat mengungkap lokasi, waktu pengambilan gambar, serta jenis perangkat yang digunakan.
6. Gunakan kata sandi berbeda untuk setiap akun. Hindari kombinasi yang mudah ditebak berdasarkan informasi pribadi dan manfaatkan pengelola kata sandi untuk membuat serta menyimpan kredensial yang kuat.
7. Pantau potensi kebocoran data. Gunakan layanan pemantauan untuk mengetahui apakah alamat email atau kredensial akun muncul dalam insiden kebocoran.
8. Gunakan perangkat keamanan untuk memantau paparan data. Kaspersky menyebut Password Manager dapat memberikan peringatan terkait penggunaan ulang kata sandi dan kredensial yang terindikasi bocor. Sementara itu, Kaspersky Premium menawarkan pemantauan akun yang terkait dengan alamat email dan deteksi potensi pencurian identitas digital terkait nomor telepon.
9. Periksa pengaturan privasi perangkat dan aplikasi. Kaspersky merekomendasikan Privacy Checker, layanan daring gratis yang membantu pengguna menyesuaikan pengaturan privasi.

GCG BUMN
Kaspersky menegaskan bahwa perlindungan privasi tidak cukup hanya dengan membatasi informasi yang diunggah ke internet. Pengguna juga perlu memperhatikan keterhubungan antara berbagai informasi digital agar pihak lain lebih sulit menyusun profil pribadi secara menyeluruh. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories