JAKARTA (IndoTelko) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat 813 pertemuan bisnis dalam HUB.ID Global Summit 2026 di Bali pada 2021 Oktober 2026. Forum ini mempertemukan 81 startup, 45 investor, dan 35 korporasi dari 13 negara untuk membuka peluang investasi, kemitraan strategis, dan perluasan pasar bagi startup Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung di Bali Beach Convention Center, Sanur, Bali, tersebut menjadi bagian dari rangkaian Bali Tech Week 2026. Pertemuan bisnis berlangsung melalui skema 1-on-1 business matchmaking selama dua hari, dengan peserta dipertemukan berdasarkan tahap perkembangan usaha, sektor bisnis, dan kebutuhan masing-masing pihak.
Komdigi menginisiasi HUB.ID sejak 2022 untuk menghubungkan startup dengan sumber pendanaan dan mitra bisnis. Program ini menyasar startup tahap seed hingga Seri B yang membutuhkan dukungan untuk memperkuat bisnis dan memperluas jangkauan pasar.
Pada penyelenggaraan tahun ini, HUB.ID memperluas pendekatan dengan melibatkan korporasi sebagai mitra strategis, selain investor. Peserta korporasi berasal dari berbagai sektor, termasuk badan usaha milik negara (BUMN), perbankan, dan perusahaan internasional.
Sebelum forum utama berlangsung, HUB.ID menggelar empat seri Biz Dev Access yang mempertemukan startup dengan korporasi dari sektor teknologi finansial, manufaktur, rantai pasok dan logistik, energi, pertanian, keberlanjutan, serta peningkatan proses bisnis.
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, mengatakan Bali Tech Week menjadi upaya kolaboratif untuk memperkuat ekosistem digital Indonesia dengan mempertemukan pemerintah, industri, startup, investor, akademisi, dan komunitas.
Melalui HUB.ID Global Summit, kolaborasi tersebut diarahkan menjadi peluang bisnis konkret yang membuka akses terhadap pendanaan, kemitraan strategis, dan pasar bagi inovasi Indonesia.
Akses Pasar
Edwin mengatakan Indonesia memiliki potensi besar dari sisi talenta, inovasi, dan pasar. Tantangannya adalah menghubungkan berbagai potensi tersebut agar menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih luas.
Komdigi berharap kemitraan yang terbentuk selama Bali Tech Week dapat berlanjut menjadi investasi dan kerja sama bisnis. Kolaborasi tersebut juga diharapkan membantu startup meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pasar, dan mendorong pemanfaatan teknologi di berbagai daerah.
Keterlibatan korporasi memberikan kesempatan bagi startup untuk memahami kebutuhan industri dan mengakses peluang bisnis secara langsung, tidak hanya mencari pendanaan. Pola kemitraan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan startup dalam memenuhi kebutuhan pasar sekaligus memperbesar peluang memperoleh investasi.
Partisipasi investor dan korporasi dari 13 negara juga membuka akses bagi startup Indonesia ke jaringan bisnis regional dan global. Pada saat yang sama, forum tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi ekosistem digital nasional kepada pelaku industri internasional.
Sepanjang 20222024, HUB.ID mencatat lebih dari US$60 juta dalam bentuk investasi dan kesepakatan bisnis bagi startup peserta. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator kontribusi program dalam menghubungkan pelaku usaha rintisan dengan peluang pendanaan dan kemitraan.
Melalui penyelenggaraan 2026, Komdigi berupaya memperluas akses tersebut untuk mendukung pertumbuhan startup, penciptaan lapangan kerja, dan percepatan transformasi digital di berbagai sektor strategis.
Banyaknya pertemuan bisnis selama forum menunjukkan besarnya kebutuhan kolaborasi antara startup, investor, dan korporasi. Tantangan selanjutnya adalah mengubah pertemuan tersebut menjadi investasi dan kontrak bisnis yang memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan industri digital nasional. (mas)