telkomsel halo

Telkomsel pamerkan 9 inovasi AI lokal di Bali Tech Week 2026

07:41:00 | 21 Okt 2026
Telkomsel pamerkan 9 inovasi AI lokal di Bali Tech Week 2026
JAKARTA (IndoTelko) - Telkomsel memamerkan sembilan solusi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan di Indonesia dalam ajang Bali Tech Week 2026. Inisiatif ini ditujukan untuk memperluas pemanfaatan AI di berbagai sektor sekaligus memperkuat kedaulatan digital nasional.

Berlangsung pada 1923 Oktober 2026, Bali Tech Week mempertemukan pemerintah, pelaku industri, investor, pengembang, dan komunitas teknologi. Melalui ajang tersebut, Telkomsel mengumpulkan masukan dari berbagai pemangku kepentingan untuk menguji relevansi solusi yang ditampilkan sebelum memasuki tahap pengembangan berikutnya.

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, mengatakan pengembangan teknologi harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat dan industri.

“Teknologi menjadi berarti ketika manfaatnya benar-benar dirasakan. Karena itu, perjalanan Telkomsel tidak berhenti pada konektivitas. Kami ingin menghadirkan AI yang dikembangkan di Indonesia dan memahami kebutuhan Indonesia,” ujarnya.

Menurut Nugroho, kolaborasi menjadi kunci untuk mempercepat pengembangan teknologi yang aman, relevan, dan sesuai kebutuhan pengguna. Inisiatif tersebut juga sejalan dengan agenda Asta Cita dalam memperkuat sumber daya manusia, sains, teknologi, serta kemandirian bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

AI untuk Keamanan, Pendidikan, dan Bisnis

Untuk mendukung keamanan ruang digital, Telkomsel menghadirkan SISCAMLING (Sistem Cegah Scam Keliling). Solusi ini memanfaatkan AI untuk mengenali indikasi penipuan, spam, dan komunikasi mencurigakan agar masyarakat dapat mengidentifikasi potensi ancaman lebih awal.

Telkomsel juga memperkenalkan Token AI OCTA (One Core, a Thousand AI-bilities), yang mendemonstrasikan akses ke berbagai layanan AI melalui mekanisme yang lebih sederhana. Sementara itu, Adelia (Admirable Daily AI for Indonesian) dikembangkan sebagai mesin pencarian dan asisten AI untuk membantu pelanggan memperoleh informasi dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Di sektor pendidikan, Sacred Octagon menghadirkan pembelajaran matematika berbasis permainan dengan dukungan AI. Platform ini mengadaptasi metode GASING (Gampang, Asik, Menyenangkan) yang dikembangkan Prof. Yohanes Surya.

Telkomsel menyebut hasil pelatihan di Bali menunjukkan peningkatan skor rata-rata matematika peserta dari 30 menjadi 80 setelah mengikuti pelatihan selama 15 hari. Metode GASING juga digunakan dalam kolaborasi Telkomsel bersama pemerintah, Gasing Academy, dan Kuncie untuk memperkuat kemampuan numerasi guru dan siswa.

Untuk kebutuhan korporasi, OCTA Enterprise diperkenalkan sebagai pusat penghubung berbagai kemampuan AI agar perusahaan dapat mengakses dan mengelolanya dari satu tempat.

Ada pula AUREL (Advanced Ubiquitous Reporting for Executive Intelligence), yang mendemonstrasikan pemanfaatan AI percakapan untuk merangkum kondisi bisnis, mencari informasi dari pengetahuan perusahaan, serta memantau keputusan dan tindak lanjut operasional.

Di dalam AUREL, Telkomsel menampilkan SAVIA (Smart AI Voice Interactive Assistant), solusi layanan pelanggan berbasis AI untuk mengotomatisasi panggilan bisnis, termasuk layanan pelanggan, telemarketing, penagihan, dan pengingat pembayaran. Solusi lainnya, AI Video Analytics, memanfaatkan AI untuk menganalisis rekaman video, mendeteksi objek, dan menghasilkan informasi yang dapat digunakan sebagai bahan pengambilan keputusan.

Perluas Pemanfaatan AI dalam Kehidupan Sehari-hari

Di segmen rumah tangga, Telkomsel memperkenalkan IndiHome Aura yang menggabungkan konektivitas rumah, Internet of Things (IoT), dan eksplorasi pemanfaatan energi surya.

Untuk pelaku usaha, AURA (Advanced Unified Retail Access) mendemonstrasikan integrasi konektivitas Wi-Fi, interaksi pelanggan, dan analitik guna membantu merchant memahami aktivitas pengunjung serta mengelola layanan secara lebih efektif.

Telkomsel juga menampilkan Solution Hub, yang memungkinkan pelanggan menemukan beragam layanan dan model AI, melakukan pembayaran menggunakan satu saldo khusus, serta mengakses layanan melalui satu akun.

Solution Hub menjadi bagian dari Hitakari AI, payung inisiatif Telkomsel untuk mendekatkan manfaat AI kepada masyarakat. Nama Hitakari berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti membawa manfaat, mencerminkan upaya perusahaan menghadirkan teknologi yang relevan dan memberikan nilai tambah bagi pelanggan.

Komdigi Dorong Kemandirian Teknologi

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengapresiasi inisiatif pelaku industri telekomunikasi, termasuk Telkomsel, dalam mengembangkan produk dan layanan teknologi yang mendukung agenda pemerintah dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dalam pembukaan Bali Tech Week 2026, Meutya menegaskan pemerintah membutuhkan dukungan nyata dari industri untuk menjalankan agenda transformasi digital.

“Sebagai orkestrator, enabler, dan akselerator, Komdigi tidak mungkin dapat mencapai target-target Asta Cita tanpa dukungan penuh dari operator yang membangun infrastruktur jaringannya,” tuturnya.

Meutya juga menyoroti pentingnya kemandirian dalam pengembangan AI. Menurutnya, Indonesia perlu memiliki kemampuan menentukan arah pengembangan dan pemanfaatan teknologi tersebut sesuai kebutuhan serta kepentingan nasional.

“Kecepatan kita dalam pengembangan AI tidak boleh ditentukan oleh negara lain ataupun perusahaan teknologi luar, melainkan harus kita tentukan sendiri secara berdaulat. Masukan dari ekosistem yang hadir di Bali Tech Week ini akan menjadi referensi yang berharga bagi pemerintah,” tegasnya.

GCG BUMN
Melalui sembilan solusi yang diperkenalkan, Telkomsel berupaya memperluas penerapan AI dari kebutuhan individu hingga industri. Pengumpulan masukan dan kolaborasi lintas sektor diharapkan membantu pengembangan teknologi lokal agar semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories