telkomsel halo

Transaksi kripto CFX naik tiga bulan beruntun, biaya bursa dipangkas

07:59:00 | 14 Okt 2026
Transaksi kripto CFX naik tiga bulan beruntun, biaya bursa dipangkas
JAKARTA (IndoTelko) - PT Central Finansial X (CFX) mencatat pemulihan transaksi aset kripto sepanjang kuartal III 2026. Seiring dengan perkembangan tersebut, bursa kripto yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini memangkas biaya transaksi sebesar 50% menjadi 0,01% sejak 1 Oktober 2026.

Nilai transaksi di Bursa Kripto CFX meningkat selama tiga bulan berturut-turut, dari Rp15,2 triliun pada Juli menjadi Rp17,6 triliun pada Agustus dan Rp22,1 triliun pada September 2026.

Tren serupa terlihat pada perdagangan derivatif aset kripto. Nilai transaksinya naik dari Rp3,75 triliun pada Juli menjadi Rp5,98 triliun pada Agustus, lalu mencapai Rp7,32 triliun pada September. Dengan demikian, nilai transaksi derivatif pada September hampir dua kali lipat dibandingkan Juli.

Dari sisi jumlah konsumen, data OJK mencatat akun konsumen aset kripto mencapai 22,93 juta per Juli 2026, tumbuh 39% secara tahunan (year-on-year).

Direktur Utama Bursa Kripto CFX, Subani, menilai peningkatan transaksi tersebut menjadi sinyal pemulihan pasar setelah menghadapi tekanan pada semester I 2026.

“Pemulihan yang terjadi di Kuartal 3 ini menjadi sinyal positif bagi pasar, baik di perdagangan spot maupun derivatif, terlebih setelah semester 1 yang cukup menantang. Kami berharap momentum pemulihan ini terus berlanjut sehingga industri dapat tumbuh lebih kuat,” ujarnya.

Untuk mendukung aktivitas perdagangan domestik, CFX menurunkan biaya transaksi bursa dari 0,02% menjadi 0,01% per transaksi mulai 1 Oktober 2026. Kebijakan ini diharapkan membuat biaya perdagangan lebih efisien sekaligus mendorong peningkatan aktivitas dan likuiditas pasar.

Selain efisiensi biaya, CFX menyatakan terus memperkuat infrastruktur dan tata kelola perdagangan. Bersama Pedagang Aset Keuangan Digital, lembaga kliring, dan lembaga kustodian, perusahaan berupaya mendukung penyelenggaraan perdagangan yang teratur, wajar, dan efisien serta memperkuat perlindungan konsumen.

CFX juga melihat peluang pengembangan industri melalui regulasi dan produk baru, termasuk instrumen derivatif aset kripto. Perusahaan menyatakan siap mendukung kebutuhan infrastruktur perdagangan agar pengembangan pasar dapat berjalan dengan tata kelola yang memadai.

Subani berharap penurunan biaya transaksi dan perkembangan regulasi dapat membantu menciptakan ekosistem aset kripto yang lebih sehat. Menurutnya, pertumbuhan jumlah konsumen perlu diimbangi infrastruktur yang andal serta kolaborasi seluruh pelaku industri.

GCG BUMN
“Kami optimistis, dengan kolaborasi seluruh ekosistem, industri aset kripto Indonesia dapat bertumbuh secara berkelanjutan,” tutup Subani. (mas)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories