telkomsel halo

F5 integrasikan AI Gateway, bidik efisiensi biaya dan keamanan AI

07:09:00 | 08 Sep 2026
F5 integrasikan AI Gateway, bidik efisiensi biaya dan keamanan AI
JAKARTA (IndoTelko) - Adopsi kecerdasan buatan (AI) di lingkungan perusahaan memasuki fase baru. Ketika penggunaan model, AI agent, dan berbagai tools semakin masif, perusahaan menghadapi tantangan untuk menjaga keamanan sekaligus mengendalikan biaya penggunaannya.

Menjawab kebutuhan tersebut, F5 (NASDAQ: FFIV) memperbarui F5 AI Gateway dan mengintegrasikannya ke dalam F5 AI Security Platform. Solusi ini dirancang sebagai satu titik kendali untuk mengatur akses, keamanan, governance serta ekonomi penggunaan AI di lingkungan perusahaan.

F5 menyebut kebutuhan tersebut semakin penting karena perusahaan kini mengelola lebih banyak model dan aktivitas inference. Berdasarkan F5 2026 State of Application Strategy Report, 77% organisasi menyatakan inference menjadi aktivitas AI utama, sementara rata-rata organisasi mengelola hingga tujuh model.

Kondisi itu membuat setiap permintaan AI memiliki konsekuensi terhadap biaya, performa dan keamanan. Tanpa pengelolaan terpusat, penggunaan AI berpotensi menciptakan biaya yang sulit dipantau sekaligus memperbesar risiko keamanan.

Chief Product Officer F5, Kunal Anand, mengatakan perusahaan membutuhkan lapisan kendali yang mampu mengelola AI secara menyeluruh.

“Setiap permintaan AI membawa implikasi terhadap ekonomi, security dan governance, namun sebagian besar organisasi masih mengandalkan tools terfragmentasi,” ujarnya.

Menurutnya, F5 AI Gateway dirancang untuk menyediakan satu titik kendali bagi perusahaan dalam mengelola model, agent, cloud dan aplikasi AI sekaligus menjaga visibility, security dan kontrol.

Tiga Fungsi Utama

F5 AI Gateway menggabungkan tiga kapabilitas utama, yakni Model Gateway, MCP Gateway, dan AI Guardrails.

Model Gateway berfungsi mengatur akses terhadap model sekaligus mengoptimalkan penggunaan sumber daya. MCP Gateway mengatur interaksi antara AI agent dengan tools, API maupun sumber data. Sementara AI Guardrails memberikan perlindungan terhadap prompt dan response.

Seluruh policy, termasuk anggaran, model routing dan hak akses agent, dapat ditetapkan secara terpusat kemudian diterapkan di berbagai lingkungan tempat AI digunakan.

Pendekatan tersebut memungkinkan tim AI platform operations, keamanan dan keuangan memiliki satu sumber kendali untuk memantau penggunaan AI.

Dorong Efisiensi Biaya AI

Salah satu fokus utama F5 adalah membantu perusahaan memahami dan mengendalikan tokenomicsAI.

Melalui Model Gateway, penggunaan token dapat diatribusikan berdasarkan provider, model, tim dan pengguna. Perusahaan juga dapat menetapkan batas anggaran per tim sehingga pengendalian pengeluaran dilakukan sejak penggunaan berlangsung, bukan setelah tagihan diterima.

F5 AI Gateway juga menggunakan sejumlah mekanisme optimasi seperti smart routing, model tiering, semantic caching dan GPU-aware load balancing untuk mengarahkan permintaan ke model yang sesuai berdasarkan kebutuhan dan efisiensi biaya.

F5 mengklaim pendekatan tersebut berpotensi mengurangi pengeluaran token hingga 60% tanpa memerlukan perubahan pada aplikasi.

Kendalikan AI Agent dan MCP

Pertumbuhan penggunaan AI agent juga menciptakan tantangan baru karena agent semakin banyak berinteraksi dengan MCP server, API, sumber data dan sistem RAG.

Melalui MCP Gateway, perusahaan dapat menerapkan kontrol akses hingga tingkat tools. Agent hanya dapat mengakses sumber daya yang telah memperoleh izin.

Fitur audit trail mencatat aktivitas agent, termasuk sumber daya yang diakses, waktu akses, agent yang digunakan serta pihak yang diwakili.

F5 juga menyediakan MCP server registry sebagai sumber informasi terpusat mengenai server dan tools yang telah disetujui perusahaan.

Perkuat Keamanan Data AI

Selain persoalan biaya, perusahaan juga menghadapi risiko kebocoran data dan serangan terhadap aplikasi AI.

F5 AI Guardrails dirancang untuk memeriksa prompt maupun response, menyamarkan data sensitif sebelum diteruskan ke model, serta mendeteksi dan memblokir upaya prompt injection dan jailbreak.

Sistem juga menerapkan mekanisme fail-closed ketika sebuah request tidak dapat dievaluasi.

Untuk kebutuhan perusahaan yang berada dalam lingkungan dengan regulasi ketat, solusi ini dilengkapi audit trail, SIEM export, kontrol data residency serta dukungan terhadap framework seperti SOC 2, ISO dan HIPAA.

Jadi Titik Enforcement AI Security Platform

F5 sebelumnya memperkenalkan F5 AI Security Platform sebagai platform yang mengintegrasikan governance, kontrol penggunaan, pengujian keamanan dan perlindungan runtime AI.

Dengan integrasi AI Gateway, policy dapat diterapkan langsung pada traffic AI yang berjalan sehingga perusahaan tidak hanya mendapatkan visibilitas, tetapi juga dapat melakukan enforcement terhadap setiap interaksi AI.

F5 AI Gateway dapat diterapkan pada lingkungan SaaS, hybrid SaaS maupun hybrid multicloud. Dukungan untuk lingkungan air-gapped juga direncanakan untuk kebutuhan sektor dengan regulasi ketat dan skenario sovereign.

Dengan meningkatnya penggunaan AI agent dan inference, F5 melihat kebutuhan perusahaan mulai bergeser dari sekadar mengadopsi AI menjadi bagaimana memastikan AI digunakan secara aman, terukur, terkendali dan ekonomis.

GCG BUMN
AI Gateway kemudian ditempatkan sebagai lapisan kontrol untuk membantu perusahaan menjaga keseimbangan antara percepatan inovasi dan kebutuhan governance di lingkungan AI yang semakin kompleks. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories