telkomsel halo

SMARTFREN buktikan konsep Zero Waste di ajang lari

06:29:00 | 29 Jul 2026
SMARTFREN buktikan konsep Zero Waste di ajang lari
JAKARTA (IndoTelko) - SMARTFREN Run 2026 berhasil membuktikan bahwa ajang olahraga berskala besar dapat digelar dengan konsep ramah lingkungan. Melalui penerapan Zero Waste to Landfill, seluruh sampah yang dihasilkan selama acara berhasil dialihkan tanpa mengirimkan satu pun ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Dalam kegiatan yang digelar pada 5 Juli 2026 di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, SMARTFREN bersama Waste4Change mengelola lebih dari 2,19 ton sampah dari sekitar 7.500 peserta. Pengelolaan tersebut juga berhasil mencegah emisi gas rumah kaca sebesar hampir 4 ton karbon dioksida ekuivalen (COâ‚‚e).

Director & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, mengatakan keberhasilan sebuah event kini tidak hanya dinilai dari jumlah peserta, tetapi juga dari dampak lingkungan yang dihasilkan.

“Keberhasilan mengelola lebih dari dua ton sampah tanpa satu pun berakhir di TPA menunjukkan bahwa event berskala besar dapat diselenggarakan secara lebih bertanggung jawab dengan perencanaan yang tepat,” ujar Merza.

Menurutnya, SMARTFREN Run tidak hanya menjadi kegiatan olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, sistem pengelolaan sampah dilakukan sejak tahap acara berlangsung. Sejumlah titik pemilahan disediakan untuk membantu peserta, tenant, dan kru memisahkan sampah berdasarkan jenis material.

Sampah yang terkumpul kemudian dibawa ke Material Recovery Facility untuk dipilah dan diproses sesuai karakteristiknya. Material bernilai ekonomi dikirim ke mitra daur ulang, sampah organik diolah menjadi kompos serta dimanfaatkan untuk budidaya Black Soldier Fly (BSF), sementara sampah residu diproses menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai bahan bakar alternatif.

Dari total 2.190,1 kilogram sampah yang terkumpul, sekitar 1,19 ton atau 54,2 persen berhasil didaur ulang. Sebanyak 370 kilogram atau 16,9 persen diolah menjadi kompos dan mendukung budidaya BSF, sedangkan 634 kilogram atau 29 persen diproses menjadi RDF.

Dengan sistem tersebut, seluruh sampah SMARTFREN Run 2026 berhasil dialihkan dari TPA.

Marketing Communication & Partnership Manager Waste4Change, Pandu Priyambodo, mengatakan keberhasilan pengelolaan sampah pada event besar membutuhkan sistem yang dirancang sejak awal.

“Kolaborasi bersama SMARTFREN menunjukkan bahwa pemilahan dan pengolahan sampah yang terintegrasi dapat menghasilkan dampak lingkungan yang terukur,” ujar Pandu.

Selain pengelolaan pascaacara, edukasi mengenai pemilahan sampah juga dilakukan selama kegiatan berlangsung. Petugas ditempatkan di berbagai area untuk membantu peserta memahami kategori sampah dan memastikan proses pemilahan berjalan dari sumbernya.

Penerapan Zero Waste to Landfill dalam SMARTFREN Run 2026 menjadi bagian dari strategi keberlanjutan XLSMART yang mengintegrasikan aspek lingkungan dalam berbagai aktivitas perusahaan.

GCG BUMN
Melalui inisiatif tersebut, XLSMART menunjukkan bahwa penyelenggaraan event besar dapat tetap memberikan pengalaman positif bagi masyarakat sekaligus mengurangi dampak terhadap lingkungan. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories