telkomsel halo

POSe modernisasi 11 aplikasi lebih cepat berkat Kiro

06:38:00 | 13 Aug 2026
POSe modernisasi 11 aplikasi lebih cepat berkat Kiro
JAKARTA (IndoTelko) - Perusahaan teknologi finansial asal Indonesia, POSe, berhasil mempercepat proses modernisasi aplikasi inti dengan memanfaatkan Kiro, alat pengembangan berbasis AI generatif dari Amazon Web Services (AWS).

Melalui teknologi tersebut, POSe mampu memangkas waktu rekayasa teknologi dari delapan bulan menjadi hanya sembilan minggu. Proyek modernisasi 11 aplikasi utama perusahaan juga berhasil diselesaikan enam bulan lebih cepat dari target awal.

POSe saat ini mendukung lebih dari 60.000 pelaku usaha di 31 provinsi melalui layanan mesin Electronic Data Capture (EDC) pintar dan sistem kasir digital yang mendukung pembayaran QRIS, kartu debit, kartu kredit, hingga dompet digital.

Dengan lebih dari 108.000 terminal pembayaran dan pemrosesan lebih dari 28 juta transaksi setiap hari, POSe membutuhkan infrastruktur aplikasi yang mampu mengikuti pertumbuhan bisnis digital yang semakin cepat.

Sebelumnya, perbedaan pola pengembangan antar tim menyebabkan sistem mengalami fragmentasi, sehingga proses peluncuran fitur baru menjadi lebih lambat dan pengelolaan teknologi semakin kompleks.

Kehadiran Kiro membantu POSe mengatasi tantangan tersebut melalui otomatisasi pengembangan dan penyederhanaan struktur kode lama. Teknologi ini digunakan untuk memodernisasi berbagai aplikasi, mulai dari sistem kasir digital, Payment Point Online Banking (PPOB), manajemen inventaris, sistem penjualan tiket, hingga layanan operasional lapangan.

Dengan dukungan Kiro, waktu modernisasi aplikasi yang sebelumnya membutuhkan rata-rata tiga minggu dapat dipersingkat menjadi tiga hari. Hal tersebut membuat proses pengembangan menjadi sekitar 80 persen lebih cepat.

Chief Business and Technology Officer POSe, Erwin Fransiscus, mengatakan percepatan modernisasi teknologi menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mengikuti kebutuhan pasar pembayaran digital yang berkembang pesat.

“Modernisasi sistem inti dengan cepat merupakan bagian dari visi kami untuk selalu selangkah lebih maju dalam memenuhi kebutuhan pelaku usaha. Bersama Kiro, kami dapat membangun solusi sesuai dengan tuntutan pasar,” ujar Erwin.

Terapkan Standar Pengembangan Berbasis AI

POSe mulai menguji penggunaan Kiro pada Februari 2026. Setelah mendapatkan hasil positif, perusahaan memperluas penerapan teknologi tersebut ke seluruh tim pengembang satu bulan kemudian dengan dukungan Metrodata Electronics sebagai mitra AWS.

Implementasi ini menyatukan lebih dari 50 pengembang dalam lingkungan kerja yang memiliki standar pengembangan, pengelolaan, dan pemantauan penggunaan AI yang lebih terstruktur.

Dalam proses pengembangan, tim POSe kini menggunakan pendekatan berbasis spesifikasi dari Kiro sebelum menulis kode. Metode tersebut membantu menentukan kebutuhan, rancangan sistem, serta daftar pekerjaan secara lebih jelas sebelum tahap implementasi dimulai.

Selain itu, dokumentasi berbasis AI generatif membantu menjaga keselarasan antar pengembang serta memastikan standar teknis tetap diterapkan di seluruh proyek.

Country Manager AWS Indonesia, Anthony Amni, mengatakan penerapan Kiro oleh POSe menunjukkan bagaimana AI generatif dapat membantu perusahaan menyelesaikan tantangan teknologi lama (tech debt) sekaligus meningkatkan efisiensi pengembangan perangkat lunak.

“AI generatif membantu pengembang menerapkan ketelitian rekayasa teknologi dalam proses pengembangan berbasis agen, sehingga perusahaan dapat melakukan modernisasi aplikasi secara lebih cepat,” kata Anthony.

GCG BUMN
Ke depan, POSe berencana memperluas penggunaan Kiro untuk seluruh proses pengembangan kode, dokumentasi, dan code review, serta menerapkan pendekatan berbasis AI ke lebih banyak tim dan fungsi bisnis. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories