JAKARTA (IndoTelko) - Yandex bersama Digital Talent Scholarship (Digitalent) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) membuka pendaftaran program pelatihan daring Linear Models in Machine Learning: Fundamentals, Applications, and Competition. Program tanpa biaya tersebut berlangsung mulai 29 Juni hingga 19 Juli 2026 dan terbuka bagi masyarakat Indonesia yang ingin memperdalam kompetensi di bidang kecerdasan artifisial (AI) dan machine learning.
Program ini direkomendasikan bagi mahasiswa, khususnya dari bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), namun juga dapat diikuti peserta dari berbagai latar belakang yang memiliki minat terhadap AI, machine learning, dan data science.
Materi pelatihan dirancang untuk memberikan pemahaman mengenai pengembangan model Linear Regression, mulai dari konsep dasar, teknik pengolahan data (data preprocessing), hingga implementasi menggunakan bahasa pemrograman Python dan pustaka Scikit-learn.
Selain mempelajari pembangunan model, peserta juga akan dibekali kemampuan melakukan evaluasi dan validasi model, mengatasi berbagai tantangan dalam pengembangan machine learning, serta menerjemahkan kebutuhan bisnis menjadi solusi berbasis AI.
Kurikulum disusun oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital (BPSDM Komdigi) bersama Yandex melalui kombinasi pembelajaran mandiri, sesi bersama mentor, praktik laboratorium, penugasan, evaluasi, hingga kompetisi.
Batch pertama dijadwalkan berlangsung pada 20 Juli hingga 23 Agustus 2026 dengan empat modul pembelajaran yang didampingi mentor dari perusahaan lokal yang bergerak di bidang machine learning. Setelah menyelesaikan seluruh materi, peserta akan mengikuti asesmen akhir. Peserta yang lulus akan diundang mengikuti Hackathon secara daring pada 46 September 2026.
Usai penyelenggaraan batch pertama, program akan berlanjut melalui skema pembelajaran mandiri pada September dan Oktober 2026. Setiap batch berlangsung selama enam minggu dengan tahapan yang sama, mulai dari tes masuk, penyelesaian modul, asesmen akhir, hingga pemberian sertifikat bagi peserta yang memenuhi persyaratan.
CEO Yandex Search, Alexander Popovskiy, mengatakan program tersebut dirancang agar dapat diakses oleh siapa saja yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang AI tanpa dibatasi usia maupun profesi.
Menurutnya, materi yang diberikan tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pengalaman praktik melalui penyelesaian studi kasus berbasis data sehingga peserta memperoleh keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital, Bonifasius Pudjianto, menilai Indonesia masih membutuhkan lebih banyak talenta AI, machine learning, dan data science untuk mendukung berbagai sektor strategis, seperti transportasi, pertanian, dan kesehatan.
Pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, program ini diikuti 1.295 peserta. Selain menghasilkan tiga pemenang kompetisi Hackathon, pelatihan tersebut juga melahirkan peserta dengan kemampuan membangun model machine learning yang dinilai mampu menjawab kebutuhan industri melalui pendekatan berbasis data. (mas)