telkomsel halo

SparkCat kembali serang App Store

08:07:00 | 06 Apr 2026
SparkCat kembali serang App Store
JAKARTA (IndoTelko) - Kaspersky mengungkap kemunculan kembali varian terbaru Trojan SparkCat yang berhasil menyusup ke App Store dan Google Play. Malware pencuri kripto ini menyamar dalam aplikasi sah dan menargetkan data sensitif pengguna, khususnya frasa pemulihan dompet aset kripto.

Temuan ini muncul sekitar setahun setelah SparkCat pertama kali ditemukan dan dihapus dari kedua platform. Dalam varian terbarunya, malware disisipkan ke dalam aplikasi seperti layanan pesan perusahaan dan aplikasi pengiriman makanan. Kaspersky mengidentifikasi dua aplikasi terinfeksi di App Store dan satu di Google Play, yang kini telah dibersihkan dari kode berbahaya.

SparkCat bekerja dengan memindai galeri foto pengguna menggunakan teknologi Optical Character Recognition untuk mencari kata kunci tertentu. Pada Android, target utama adalah pengguna di Asia dengan pencarian kata kunci dalam bahasa Jepang, Korea, dan Mandarin. Sementara pada iOS, malware memburu frasa mnemonik berbahasa Inggris, sehingga berpotensi menjangkau korban secara global.

“Varian SparkCat yang diperbarui tetap meminta akses ke galeri foto dan menganalisis teks dalam gambar. Jika ditemukan kata kunci relevan, gambar akan dikirim ke penyerang,” ujar Sergey Puzan. Ia menambahkan, kemiripan dengan versi sebelumnya menunjukkan kemungkinan pelaku yang sama berada di balik pengembangan malware ini.

Lebih lanjut, Dmitry Kalinin menilai SparkCat kini semakin kompleks, dengan teknik seperti virtualisasi kode dan penggunaan bahasa pemrograman lintas platform—metode yang jarang ditemukan pada malware mobile. “Ini menunjukkan tingkat keahlian tinggi dari pelaku ancaman,” ujarnya.

Selain distribusi melalui toko resmi, telemetri menunjukkan aplikasi terinfeksi juga beredar melalui sumber pihak ketiga, termasuk situs yang meniru tampilan App Store di perangkat iPhone.

Sebagai langkah mitigasi, Kaspersky merekomendasikan penggunaan solusi keamanan mobile, menghindari penyimpanan tangkapan layar berisi data sensitif seperti seed phrase kripto, serta tetap waspada meski mengunduh aplikasi dari platform resmi.

GCG BUMN
Temuan ini menegaskan bahwa toko aplikasi resmi pun tidak sepenuhnya bebas risiko, sekaligus menyoroti pentingnya perlindungan berlapis dalam menghadapi ancaman siber yang semakin canggih. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories