telkomsel halo

Pengguna Mac mulai dibidik serangan siber

06:18:00 | 11 Aug 2026
Pengguna Mac mulai dibidik serangan siber
JAKARTA (IndoTelko) Pengguna perangkat berbasis macOS menghadapi risiko keamanan siber yang tidak lebih rendah dibandingkan pengguna Windows. Survei Kaspersky menunjukkan pengguna macOS melaporkan lebih banyak insiden keamanan, meski penggunaan perangkat perlindungan tambahan masih lebih rendah.

Survei Kaspersky terhadap 7.200 responden di 18 negara menunjukkan 12% pengguna macOS mengaku mengalami infeksi malware. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pengguna Windows yang mencapai 9%.

Kesenjangan juga terlihat pada penggunaan perangkat lunak keamanan. Hanya 35% pengguna macOS yang memasang perangkat lunak keamanan khusus, sedangkan pengguna Windows mencapai 42%.

Kaspersky menilai rendahnya penggunaan perlindungan tambahan dapat meningkatkan risiko pengguna macOS terhadap berbagai ancaman digital. Kondisi tersebut terjadi meski macOS selama ini dikenal memiliki fitur keamanan bawaan yang kuat.

Perbedaan juga terlihat dari kebiasaan pengguna. Sebanyak 62% pengguna Windows mengaku menghindari email atau tautan mencurigakan, sedangkan pengguna macOS hanya mencapai 51%.

Phishing menjadi salah satu ancaman yang banyak dilaporkan pengguna kedua sistem operasi. Sebanyak 12% pengguna macOS mengaku menjadi korban phishing dalam satu tahun terakhir, dibandingkan 9% pengguna Windows.

Pengguna macOS juga mencatat tingkat kejadian lebih tinggi pada sejumlah insiden lain. Penipuan umum dan investasi mencapai 16%, pelanggaran privasi 11%, serta pencurian data pribadi 12%.

Pakar Keamanan Siber Kaspersky, Sergey Puzan, mengatakan perkembangan ancaman membuat tidak ada sistem operasi yang sepenuhnya bebas dari risiko keamanan.

“Penyerang kini secara aktif menargetkan berbagai sistem operasi melalui phishing maupun serangan rantai pasok. Malware khusus Mac juga terus berkembang, sehingga setiap perangkat yang terhubung ke internet membutuhkan perlindungan keamanan tambahan,” ujar Sergey.

Kaspersky juga menyoroti pengelolaan kredensial sebagai bagian penting dari perlindungan perangkat. Survei menunjukkan pengguna Windows memiliki tingkat penerapan keamanan kata sandi yang lebih tinggi, termasuk penggunaan kata sandi unik, kata sandi kompleks, dan autentikasi dua faktor.

Kaspersky menyarankan pengguna menerapkan perlindungan berlapis melalui perangkat lunak keamanan, autentikasi multifaktor, dan pengelola kata sandi untuk mengurangi risiko pencurian akun serta kebocoran data.

Kaspersky melakukan survei tersebut pada Maret 2026 dengan melibatkan responden dari 18 negara, termasuk Indonesia, China, India, Malaysia, Thailand, negara-negara Amerika Latin, Eropa, dan Timur Tengah.

GCG BUMN
Hasil survei menunjukkan tingkat keamanan perangkat tidak hanya ditentukan oleh sistem operasi, tetapi juga oleh perilaku pengguna dalam menerapkan praktik keamanan digital. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories