Maxim dorong produktivitas driver lewat program Turbo

06:08:00 | 10 Okt 2026
Maxim dorong produktivitas driver lewat program Turbo
JAKARTA (IndoTelko) - Maxim menghadirkan program Turbo sebagai pilihan bagi mitra pengemudi untuk mengatur intensitas kerja dan meningkatkan peluang memperoleh pesanan. Sejumlah pengemudi menilai fitur ini membantu mengurangi waktu tunggu, menyesuaikan jadwal kerja, serta membuka peluang peningkatan pendapatan.

Turbo memberikan prioritas pesanan bagi pengemudi yang mengaktifkannya. Program tersebut dapat digunakan sesuai kebutuhan, sehingga mitra pengemudi tetap memiliki keleluasaan menentukan waktu bekerja maupun beristirahat.

Ade, mitra pengemudi Maxim yang telah bergabung hampir lima tahun, mengatakan Turbo memberinya peluang memperoleh pesanan yang sebelumnya lebih sulit didapatkan, termasuk pesanan dengan jarak penjemputan lebih jauh.

Ia biasanya mengaktifkan Turbo sejak pukul 06.00 hingga durasinya berakhir, kemudian beristirahat. Setelah kembali bekerja sekitar pukul 14.00 atau 15.00, Ade dapat mengaktifkan fitur tersebut lagi sesuai kebutuhannya.

Meski merasakan manfaatnya, Ade menegaskan keputusan menggunakan Turbo tetap berada di tangan masing-masing pengemudi.

Pengalaman serupa disampaikan Firdaus, mitra pengemudi yang telah bergabung sekitar tiga tahun. Ia menggunakan Turbo di luar jam sibuk untuk meningkatkan peluang mendapatkan pesanan ketika permintaan relatif lebih rendah.

Menurut Firdaus, penggunaan Turbo turut membantunya memanfaatkan waktu kerja secara lebih efektif. Ia juga menyambut perpanjangan durasi program dari tiga jam menjadi lima jam karena memberikan waktu lebih panjang untuk menyesuaikan fitur dengan jadwal kerjanya.

“Setelah diperpanjang menjadi 5 jam, kesempatan untuk memanfaatkannya menjadi lebih banyak. Dengan waktu yang lebih panjang, driver memiliki lebih banyak ruang untuk menyesuaikan Turbo dengan kebutuhan dan jadwalnya,” tuturnya.

Sementara itu, Dwi Susanti, yang baru menggunakan Turbo sekitar dua minggu, mengaku merasakan ritme pesanan yang lebih cepat. Ia menyebut pernah memperoleh sekitar 1213 perjalanan ketika mengaktifkan Turbo dari pukul 07.00 hingga 12.00.

Dwi memandang biaya penggunaan Turbo sebagai salah satu pertimbangan dalam mengelola modal kerja. Namun, menurutnya, manfaat yang diperoleh perlu dilihat berdasarkan kebutuhan, peluang pesanan, dan hasil yang didapatkan masing-masing pengemudi.

Ia juga menegaskan bahwa Turbo bukan kewajiban. Pengemudi yang tidak mengaktifkan fitur tersebut tetap dapat menerima pesanan seperti biasa.

“Kalau pesanan sedang sepi, bisa mencoba Turbo. Tetapi kalau tidak ingin menggunakannya karena mempertimbangkan biaya, juga tidak masalah. Driver yang tidak menggunakan Turbo tetap bisa mendapatkan pesanan,” ujar Dwi.

Pengalaman lain datang dari Ahmad Sanusi, yang menilai Turbo dapat membantu mengurangi waktu tunggu di antara pesanan. Ia mengatakan tetap memperoleh pesanan tanpa Turbo, tetapi terkadang harus menunggu lebih lama.

Ahmad juga memanfaatkan fitur tersebut untuk mengatur waktu kerja dan istirahat. Setelah menggunakan Turbo selama lima jam, ia dapat berhenti sejenak sebelum kembali bekerja ketika kondisi tubuh sudah memungkinkan.

Pengalaman para mitra pengemudi tersebut menunjukkan bahwa Turbo menjadi salah satu opsi untuk mengatur produktivitas kerja di tengah perubahan permintaan layanan transportasi daring. Manfaatnya dapat berbeda bagi setiap pengemudi, bergantung pada kondisi permintaan, waktu penggunaan, dan konsistensi aktivitas.

Di sisi lain, sifatnya yang opsional memungkinkan mitra mempertimbangkan biaya penggunaan dibandingkan peluang pesanan yang mungkin diperoleh. Dengan durasi hingga lima jam, pengemudi memiliki keleluasaan lebih besar untuk menyesuaikan penggunaan Turbo dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.

Catatan editorial: Angka 1213 perjalanan dalam lima jam sebaiknya tetap ditulis sebagai pengalaman Dwi Susanti, bukan gambaran hasil yang pasti diperoleh seluruh mitra. Klaim peningkatan pendapatan juga sudah diatribusikan kepada para pengemudi karena naskah sumber tidak menyertakan data pembanding secara keseluruhan. (mas)

Artikel Terkait