telkomsel halo

Kaspersky bongkar modus tiket palsu tur Arirang 2026

05:11:00 | 23 Feb 2026
Kaspersky bongkar modus tiket palsu tur Arirang 2026
JAKARTA (IndoTelko) Peneliti keamanan siber dari Kaspersky menemukan kampanye phishing yang menyasar penggemar BTS menyusul pengumuman tur dunia 2026 bertajuk “Arirang”. Pelaku membuat situs palsu yang meniru platform fandom resmi Weverse untuk menjual tiket keanggotaan dan akses tur.

Kaspersky menyatakan situs tiruan tersebut dirancang menyerupai tampilan resmi sehingga terlihat meyakinkan. Namun, laman itu tidak memiliki afiliasi dengan HYBE, BTS, maupun Weverse. Seluruh transaksi korban tidak pernah dipenuhi dan hanya menjadi sarana pencurian dana serta kredensial.

Selain kerugian finansial dari pembelian awal, korban juga menghadapi risiko lanjutan. Data login dan informasi pribadi yang dicuri berpotensi dimanfaatkan untuk penipuan berikutnya atau diperjualbelikan di dark web. Kredensial yang bocor memungkinkan pelaku melancarkan serangan yang lebih personal dan menjadikan korban target jangka panjang untuk penipuan identitas maupun finansial.

Managing Director Asia Pasifik Kaspersky, Adrian Hia, menilai momentum antusiasme konser kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan siber.

“Euforia dan rasa urgensi menjelang konser sering kali membuat orang lengah. Dengan banyaknya konser pop di kawasan Asia Pasifik sepanjang 2026, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terlebih dengan dukungan teknologi AI yang membuat skema penipuan semakin meyakinkan,” ujarnya.

Antisipasi
Untuk meminimalkan risiko, Kaspersky merekomendasikan pengguna memverifikasi situs sebelum bertransaksi, termasuk memastikan keaslian URL, ejaan nama merek, dan status mitra resmi. Pengguna juga diminta menggunakan metode pembayaran tepercaya serta menghindari transfer langsung ke rekening pribadi yang tidak jelas.

Selain itu, perusahaan menyarankan pemanfaatan solusi keamanan siber untuk mendeteksi dan memblokir situs phishing, mengaktifkan autentikasi multi-faktor (2FA) pada layanan perbankan dan pembayaran digital, serta rutin memeriksa riwayat transaksi. Penggunaan koneksi aman atau VPN juga dianjurkan untuk melindungi data saat mengakses jaringan publik.

GCG BUMN
Temuan ini menunjukkan bahwa momentum hiburan berskala global tidak hanya membuka peluang ekonomi, tetapi juga meningkatkan risiko keamanan digital yang perlu diantisipasi oleh pengguna dan penyedia layanan. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Ramadan 2026
More Stories