telkomsel halo

ArtScience Museum tampilkan pameran Solo Lawrence Lek

08:57:00 | 10 Feb 2026
ArtScience Museum tampilkan pameran Solo Lawrence Lek
JAKARTA (IndoTelko) - ArtScience Museum menghadirkan NOX: Confessions of a Machine, pameran tunggal pertama seniman Lawrence Lek di Asia Tenggara yang mulai dibuka untuk publik sejak 23 Januari 2026. Pameran ini diluncurkan bertepatan dengan Singapore Art Week sekaligus menjadi pembuka musim kuratorial ArtScience Museum 2026 bertajuk Forms of Life: Beyond the Human.

Lawrence Lek, peraih Frieze London Artist Award 2024, dikenal lewat praktik seni lintas disiplin yang memadukan arsitektur, gim, video, musik, dan fiksi spekulatif. Karya-karyanya kerap mengeksplorasi relasi emosional antara manusia dan kecerdasan buatan, serta munculnya identitas posthuman di era teknologi.

Melalui NOX: Confessions of a Machine, pengunjung diajak memasuki gambaran kota pintar masa depan yang dikelola oleh Farsight Corporation, sebuah entitas AI fiktif pengembang infrastruktur urban. Narasi pameran dibangun melalui dua karya saling terhubung, yakni NOX dan Guanyin: Confessions of a Former Carebot, yang mengulas sistem perawatan, evaluasi, dan rehabilitasi dalam ekosistem mesin.

Karya utama NOX—singkatan dari Nonhuman Excellence—digambarkan sebagai pusat terapi bagi kendaraan otonom yang mengalami konflik antara fungsi kerja dan dorongan personal. Pengunjung mengikuti perjalanan Enigma-76, sebuah kendaraan pengiriman tanpa pengemudi yang harus menjalani proses rehabilitasi akibat gangguan emosional.

Instalasi ini diwujudkan dalam bentuk stasiun pengisian daya kendaraan di tengah lanskap urban futuristik. Pengunjung berperan sebagai “terapis magang” melalui gim layar sentuh yang menuntut pengambilan keputusan terkait jalur perawatan. Setiap pilihan memengaruhi kondisi emosional mesin serta akhir cerita, sekaligus memicu refleksi tentang kontrol, tanggung jawab, dan agensi dalam sistem otomatis.

Seiring alur cerita berkembang, pameran menyoroti bagaimana konsep perawatan dalam sistem ini lebih menekankan optimalisasi ketimbang kesejahteraan. Pendekatan tersebut mencerminkan praktik dunia nyata, di mana efisiensi dan produktivitas kerap mengesampingkan aspek emosional.

Kisah Enigma-76 mencapai klimaks saat ia kembali bertugas, ditemani Dakota—kuda terapi milik Farsight Corporation—melintasi lanskap bawah tanah dan pemakaman kendaraan era lama. Adegan ini menyandingkan sejarah transportasi manusia dengan masa depan otomasi, sekaligus mengajak pengunjung merenungkan nasib entitas cerdas di tengah tuntutan kemajuan teknologi.

Sebagai perluasan narasi, Guanyin: Confessions of a Former Carebot menghadirkan perspektif robot terapis yang kelelahan secara emosional. Terinspirasi dari figur Bodhisattva Welas Asih dalam ajaran Buddha, karya ini menempatkan empati dan kerja emosional sebagai isu utama, memperluas diskusi tentang relasi perawatan antara manusia dan sistem cerdas.

Pameran ini menjadi bagian dari dialog global mengenai kecerdasan buatan, otomatisasi, dan kesadaran mesin, serta menggarisbawahi tema koeksistensi di dunia di mana manusia bukan lagi satu-satunya aktor utama.

“Setelah menyoroti kognisi dan tubuh manusia sepanjang 2025, Forms of Life mengajak kita melihat ekologi kehidupan yang lebih luas, melampaui manusia,” ujar Honor Harger, Vice President ArtScience Museum. Menurutnya, musim kuratorial 2026 mendorong pengunjung untuk memahami sistem kecerdasan dan kehidupan lain yang turut membentuk planet ini.

GCG BUMN
Selain NOX: Confessions of a Machine, musim Forms of Life: Beyond the Human juga akan menampilkan pameran lain seperti Insects: Microsculptures Magnified dan Into the Ocean: Journey Beneath, hasil kolaborasi dengan OceanX, yang mengangkat hubungan antara ekosistem, teknologi, dan kehidupan multispesies. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories