telkomsel halo

Cloudera perluas AI Inference dan analitik ke On-Premise

05:05:00 | 12 Feb 2026
Cloudera perluas AI Inference dan analitik ke On-Premise
JAKARTA (IndoTelko) - Cloudera mengumumkan fase terbaru pengembangan kapabilitas AI dan analitiknya dengan memperluas Cloudera AI Inference serta Cloudera Data Warehouse berbasis Trino ke lingkungan on-premise. Langkah ini memungkinkan perusahaan menjalankan AI dan analitik lanjutan langsung di pusat data mereka, tanpa harus memindahkan data ke lingkungan eksternal.

Ekspansi ini sejalan dengan pergeseran kebutuhan enterprise yang kini memasuki fase produksi AI. Tantangan utama tidak lagi berfokus pada lokasi penyimpanan data, melainkan bagaimana AI dapat mengakses data tersebut secara aman, terkelola, dan andal, di mana pun data berada. Cloudera mencatat hampir separuh perusahaan menyimpan data di data warehouse, sehingga pendekatan ini dinilai mampu meminimalkan risiko keamanan, kepatuhan regulasi, serta kompleksitas operasional.

Dengan kehadiran Cloudera AI Inference di lingkungan on-premise dan dukungan teknologi NVIDIA, perusahaan dapat menerapkan serta menskalakan berbagai model AI, mulai dari large language model (LLM), deteksi penipuan, computer vision, hingga analitik suara, langsung dari pusat data internal. Solusi ini diakselerasi oleh NVIDIA AI stack, GPU NVIDIA Blackwell, Dynamo-Triton Inference Server, serta NVIDIA NIM microservices untuk menghadirkan inferensi AI berkinerja tinggi dan berskala enterprise.

Cloudera menyebut pendekatan ini memberikan efisiensi biaya yang lebih terukur, karena organisasi dapat menghindari fluktuasi biaya cloud. Selain itu, perusahaan tetap memiliki kendali penuh atas latensi, privasi data, dan kepatuhan regulasi, terutama saat AI mulai dioperasikan secara stabil dalam jangka panjang.

Di sisi analitik, Cloudera Data Warehouse dengan Trino yang kini tersedia di pusat data memungkinkan pengelolaan keamanan, tata kelola, dan observability secara terpusat di seluruh ekosistem data. Dengan integrasi analitik dan visualisasi berbasis AI, organisasi dapat mengolah data kompleks menjadi insight yang dapat ditindaklanjuti tanpa mengorbankan aspek keamanan dan kendali operasional.

Cloudera juga memperkenalkan peningkatan pada Cloudera Data Visualization untuk menyederhanakan alur kerja berbasis AI di lingkungan cloud, edge, dan on-premise. Peningkatan tersebut mencakup kemampuan AI annotation untuk menghasilkan ringkasan otomatis pada visual data, fitur AI yang lebih andal, pencatatan query AI untuk keperluan traceability, serta penyederhanaan manajemen admin melalui konfigurasi SSO yang lebih fleksibel.

Chief Product Officer Cloudera, Leo Brunnick, mengatakan bahwa rangkaian pembaruan ini memberikan fleksibilitas dan kontrol yang lebih besar bagi pelanggan. Menurutnya, dengan AI inference, data warehouse, dan visualisasi yang dapat dijalankan langsung di pusat data, perusahaan dapat mendorong inovasi berbasis AI tanpa mengorbankan keamanan, kepatuhan, maupun efisiensi operasional.

Country Manager Cloudera Indonesia, Sherlie Karnidta, menambahkan bahwa kemampuan menjalankan AI dan analitik di lingkungan on-premise memberikan ruang gerak lebih luas bagi perusahaan di Indonesia. Ia menilai pendekatan ini membantu organisasi menjaga data tetap berada di lingkungan yang aman, sejalan dengan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (PDP) dan regulasi terkait, sekaligus memungkinkan perhitungan biaya jangka panjang yang lebih realistis.

GCG BUMN
Sementara itu, Vice President Strategic Enterprise Partnerships NVIDIA, Pat Lee, menyebut kolaborasi dengan Cloudera memungkinkan pelanggan menerapkan AI inference secara aman dan fleksibel menggunakan teknologi NVIDIA. Menurutnya, integrasi ini memberikan kepastian ekonomi, kontrol operasional yang lebih baik, serta efisiensi pusat data dalam skala enterprise. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories