telkomsel halo

Multipolar Technology dorong Agentic AI untuk transformasi BPD

05:03:00 | 03 Mar 2026
Multipolar Technology dorong Agentic AI untuk transformasi BPD
JAKARTA (IndoTelko) - PT Multipolar Technology Tbk mendorong Bank Pembangunan Daerah (BPD) mengadopsi Agentic AI guna mempercepat transformasi digital dan memperkuat daya saing di industri keuangan.

Berdasarkan data Asosiasi Bank Daerah (Asbanda), terdapat 27 BPD di Indonesia, terdiri dari 24 bank konvensional dan tiga bank syariah. Seluruhnya memegang peran penting sebagai penggerak ekonomi daerah, namun tetap menghadapi tantangan peningkatan efisiensi, keamanan siber, kepatuhan regulasi, serta pengembangan layanan digital.

Senior Vice President Multipolar Technology, Achmad Fakhrudin menyatakan, Agentic AI bukan sekadar tren, melainkan katalis strategis bagi transformasi BPD. Hal tersebut disampaikan dalam BPD Forum ke-20 bertema “Securing Financial Transformation: Navigating Change, Driving Impact with Agentic AI”yang digelar bersama Asbanda di Bali, 1113 Februari 2026.

“Agentic AI membuka peluang nilai bisnis baru sekaligus memperkuat daya saing BPD di tengah tekanan fintech dan neobank. Ini bukan lagi tahap wacana, tetapi implementasi nyata,” ujarnya.

Empat Use Case Prioritas

Multipolar menilai implementasi Agentic AI dapat difokuskan pada empat area utama:

• AI Ops untuk optimalisasi operasional TI

• AI-Driven Security guna memperkuat perlindungan siber

• AI Testing untuk mempercepat pengujian sistem

• AI Transaction Network Analysis dalam mendeteksi pola risiko transaksi

Seluruh use case tersebut membutuhkan fondasi platform AI yang aman, terstandarisasi, dan dapat dijalankan secara on-premise guna memenuhi kebutuhan pengelolaan data sensitif perbankan.

Sebagai system integrator, Multipolar memastikan integrasi Agentic AI dapat berjalan selaras dengan core banking, kanal digital, dan sistem pendukung lainnya yang telah dimiliki BPD.

Kesiapan Data Jadi Kunci

Dalam sesi terpisah, Vice President Divisi AI & Big Data Analytics PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), Robby Indarto, menekankan pentingnya kesiapan data sebelum mengembangkan AI.

Menurutnya, bank harus memiliki data yang valid dan analitik yang matang. Ia membedakan antara data analytics yang berfokus pada analisis historis, dan data science yang memanfaatkan AI untuk prediksi serta otomatisasi pengambilan keputusan.

Dengan fondasi data yang kuat dan tata kelola yang jelas, Agentic AI dinilai mampu mendorong BPD menjadi organisasi yang lebih cerdas, efisien, aman, dan adaptif.

GCG BUMN
Multipolar menegaskan komitmennya menjadi mitra strategis BPD dalam menghadirkan inovasi digital yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah serta peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Ramadan 2026
More Stories