telkomsel halo

Appdome luncurkan Agentic AI Support Agent

05:03:00 | 11 Jan 2026
Appdome luncurkan Agentic AI Support Agent
JAKARTA (IndoTelko) - Di ajang Black Hat Europe, Appdome mengumumkan peluncuran Support Agent, peningkatan drastis dari agen Agentic AI sebelumnya yang dirancang untuk mendukung pengguna akhir (end user) yang menghadapi ancaman, malware, dan penipuan saat menggunakan aplikasi seluler.

Support Agent, yang dikembangkan untuk merek seluler, tim support seluler, serta integrasi langsung ke dalam aplikasi seluler, menyediakan panduan rinci untuk memulihkan ancaman di perangkat melalui model percakapan yang memungkinkan pengguna berinteraksi dengan agen secara real time.

Support Agent menghadirkan kekuatan penuh Agentic AI untuk mendukung pengguna seluler dengan kemampuan penemuan, kecepatan, dan presisi yang belum pernah ada sebelumnya dalam menyelesaikan kasus malware, trojan, risiko, perangkat, dan ancaman lain yang mengancam pengguna Android atau iOS yang paling kompleks sekalipun.

CEO and co-creator Appdome, Tom Tovar mengatakan, tim keamanan siber, tim anti-penipuan, dan tim jaringan tidak cukup hanya mendeteksi dan mencegah serangan; mereka juga harus menangani dampaknya terhadap pengguna akhir dan memastikan pengguna nyata tetap menjadi bagian dari bisnis.

“Support Agent menghubungkan kekuatan sistem Agentic AI yang memiliki kesadaran penuh dengan ancaman spesifik di perangkat pengguna, sekaligus memungkinkan pengguna berinteraksi langsung dengan agen untuk memahami dan menghilangkan ancaman tersebut dengan cepat,” ujarnyq.

Dalam ekosistem mobile saat ini, bahkan pengguna yang paling berhati-hati sekalipun dapat tanpa sadar menggunakan aplikasi, perangkat, sistem operasi, atau koneksi yang berbahaya atau telah dikompromikan. Pelaku ancaman semakin sering menyamarkan malware sebagai aplikasi sah, utilitas, alat keuangan, aplikasi gaya hidup, atau asisten AI, yang terkadang didistribusikan melalui toko aplikasi resmi.

Selain itu, penipuan berbasis rekayasa sosial juga marak terjadi, menyebabkan pengguna kehilangan kendali atas aplikasi, perangkat, atau sesi mereka. Tak kalah berbahaya, penyerang kini memanfaatkan deepfake dan identitas sintetis berbasis AI untuk menyusup dan mengambil alih akun.

Akibatnya, konsumen kerap tidak menyadari adanya ancaman atau bahwa aplikasi yang tampak tidak berbahaya sebenarnya sedang mencuri kredensial, memantau aktivitas, atau memfasilitasi penipuan hingga akun, identitas, atau perangkat mereka sudah terancam.

Sementara, Chief Product Officer Appdome, Chris Roeckl mengungkapkan, Support Agent menggabungkan data ancaman Appdome dengan penalaran Agentic AI untuk membantu pengguna seluler menyingkirkan ancaman begitu ancaman tersebut terdeteksi.

“Instruksi yang diberikan Support Agent disesuaikan secara khusus dengan skenario serangan yang terjadi di perangkat, versi sistem operasi, sumber serangan, serta langkah-langkah yang dapat diikuti oleh pengguna,” tambahnya.

Support Agent menggantikan pekerjaan manual dan menghadirkan alur kerja digital langsung ke tangan tim support seluler serta chatbot dukungan yang tersedia di dalam pengalaman aplikasi mobile, sehingga ancaman dapat ditangani secara real time. Ketika ancaman muncul sepanjang siklus hidup aplikasi seluler, Appdome menghasilkan ThreatCode™ unik yang terkait dengan setiap serangan.

ThreatCode ini merangkum dan memberi sidik jari pada aplikasi seluler, sistem operasi, perangkat, model perangkat, serta ancaman yang dihadapi setiap pengguna.

Support Agent menerjemahkan ThreatCode tersebut untuk menyediakan informasi rinci menangani ancaman, sekaligus panduan tentang cara menemukan dan mengatasi ancaman di perangkat pengguna. Karena alur remediasi telah terotomatisasi, tidak diperlukan lagi proses discovery, reproduksi, atau investigasi manual.

Penyelesaian yang lebih cepat ini juga meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pengguna, menurunkan biaya support, mengurangi penipuan, serta memungkinkan pengguna kembali menggunakan aplikasi dengan aman.

Secara keseluruhan, Support Agent memberikan tiga manfaat utama dibandingkan pendekatan lainnya, antara lain :

1. Identifikasi Ancaman dengan Cepat

Seluruh ancaman diidentifikasi dan dijelaskan agar pengguna memahami risiko yang ditimbulkan oleh setiap ancaman.

2. Discovery Ancaman yang Mendalam

Panduan bertahap untuk menemukan setiap ancaman di perangkat pengguna akhir, mulai dari metode paling sederhana hingga teknik yang lebih lanjut.

3. Penghapusan Ancaman yang Presisi

Instruksi langkah demi langkah untuk menonaktifkan atau menghapus ancaman dari perangkat pengguna, disesuaikan dengan jenis perangkat dan sistem operasi yang digunakan masing-masing pengguna.

Dengan Support Agent, tim support seluler dan pengguna akhir tidak perlu lagi menghabiskan waktu berjam-jam untuk meneliti ancaman atau menebak-nebak cara mengatasinya. Tim support dan pengguna mendapatkan panduan yang jelas sepanjang proses remediasi, sehingga mengurangi kepanikan, tingkat pengabaian, dan penghapusan aplikasi selama insiden keamanan.

Diungkapkan Chief Research Analyst, IT-harvest, Richard Stiennon, merek seluler perlu mengoperasionalkan dukungan bagi pengguna akhir yang menghadapi ancaman seluler.

“Baik merek seluler maupun pengguna sama-sama ingin menghilangkan ancaman terhadap pengalaman seluler. Support Agent memimpin dalam memberdayakan pengguna akhir untuk mengatasi ancaman di dalam aplikasi. Selama ini, tingkat remediasi terpandu dan kontekstual seperti ini belum tersedia dalam keamanan seluler dan deteksi penipuan, dan Appdome menjadi yang pertama dalam memecahkannya,” katanya.

Berbeda dengan pendahulunya, Threat Remediation Center, Support Agent beroperasi dalam kerangka kerja kolaboratif yang memungkinkan setiap pengguna, baik itu dari tim supportseluler, tim keamanan siber, maupun pengguna akhir, untuk:

1. Mengajukan pertanyaan kepada Support Agent

2. Menantang informasi dan instruksi yang diberikan Support Agent

3. Mendapatkan instruksi baru jika panduan sebelumnya tidak berhasil

4. Menyimpan preferensi untuk proses remediasi di masa datang

Di dalam Appdome, tim dapat membagikan rekomendasi Support Agent kepada pemangku kepentingan lain seperti tim keamanan siber, tim anti-penipuan, tim engineering, atau tim support, menandai kolaborator untuk mengevaluasi serangan yang kompleks atau tidak lazim, serta memberikan tanda like dan komentar untuk mendiskusikan rekomendasi remediasi tertentu.

Alur kerja kolaboratif ini mengubah cara perusahaan menangani ancaman seluler—menyatukan tim support, tim keamanan siber, tim anti-penipuan, dan tim engineering dalam satu proses remediasi berbasis AI. Alih-alih upaya terpisah dan komunikasi bolak-balik melalui email, seluruh tim kini memiliki satu model remediasi terpadu untuk setiap aplikasi, setiap pengguna dan setiap ancaman.

Sedangkan Lead Engineer Support Agent Appdome, Diego Gonzalez, dengan Agentic AI, tidak ada lagi alasan untuk menyelidiki dan menyelesaikan ancaman secara manual.

“Kami dapat menggunakan AI untuk meneliti perangkat, sistem operasi, menu, pengaturan, serta memberikan konteks ancaman yang tepat, sehingga dengan mudah menghasilkan instruksi langkah demi langkah yang sesuai dengan skenario serangan yang dihadapi pengguna akhir,” ujarnya.

Berbeda dengan LLM generik atau alat AI eksternal, Support Agent (dan seluruh AI Agent Appdome) beroperasi sepenuhnya di dalam platform Appdome tingkat perusahaan yang menyatukan data serta menerapkan kebijakan keamanan, privasi, dan tata kelola yang ketat. Platform ini dilengkapi kontrol akses, perubahan, audit, dan manajemen data yang diperlukan untuk mengintegrasikan fungsi keamanan siber dan anti-penipuan secara aman dan efisien.

Tidak ada data PII yang digunakan dalam alur kerja Agentic AI Appdome, dan tidak ada data yang dikirim ke model AI publik. Seluruh ThreatCode, atribut perangkat, alur remediasi, dan interaksi pengguna sepenuhnya tersimpan dalam platform, dilindungi oleh isolasi berbasis tenant serta kebijakan No-Learning dan No-Retention yang ketat untuk mencegah penyimpanan data atau pelatihan model.

GCG BUMN
Kontrol audit dan akses tetap berada di tangan pengguna perusahaan platform Appdome, sehingga mereka dapat menyelaraskan penggunaan agen dengan kebijakan tata kelola internal, termasuk siapa yang dapat melihat, membagikan, atau menyetujui insight remediasi. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan menerapkan remediasi berbasis Agentic AI secara aman dan terukur di berbagai wilayah, unit bisnis, dan portofolio aplikasi tanpa mengorbankan privasi, kepatuhan, maupun kendali operasional, sekaligus memastikan seluruh penalaran AI sepenuhnya berbasis konteks yang dikelola Appdome melalui model Context Engineering. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories