telkomsel halo

Sport Tourism bakal makin diminati untuk liburan 2026

05:04:00 | 06 Jan 2026
Sport Tourism bakal makin diminati untuk liburan 2026
JAKARTA (IndoTelko) Tren sport tourism atau wisata berbasis olahraga diproyeksikan menjadi salah satu pilar utama perjalanan wisata pada 2026, seiring pergeseran preferensi wisatawan yang semakin mengutamakan pengalaman aktif, personal, dan bermakna.

Perubahan lanskap pariwisata ini terlihat baik secara global maupun di Indonesia. Wisatawan kini tidak lagi sekadar mengunjungi destinasi populer, tetapi mencari perjalanan yang memadukan aktivitas fisik, eksplorasi budaya, dan pengalaman komunitas.

Berdasarkan laporan United Nations World Tourism Organization (UNWTO), sport tourism menyumbang lebih dari 10 persen belanja pariwisata global dan mencatat tingkat pertumbuhan tahunan hingga 17,5 persen sampai 2030, menjadikannya salah satu segmen pariwisata dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Di Indonesia, potensi sport tourism juga menunjukkan tren positif. Data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang dilansir Kantor Berita Antara mencatat nilai ekonomi sport tourism mencapai sekitar Rp18,79 triliun pada 2024, dengan kontribusi sekitar 2530 persen dari total nilai event tourism nasional.

Menanggapi tren tersebut, Golden Rama melihat sport tourism sebagai refleksi perubahan perilaku wisatawan modern yang semakin mengutamakan perjalanan berbasis pengalaman.

Presiden Direktur Golden Rama Tours & Travel, Madu Sudono, mengatakan sport tourism kini menjadi bagian dari gaya hidup.

“Wisatawan ingin bergerak, terlibat, dan merasakan destinasi secara lebih mendalam, bukan sekadar berkunjung. Tren ini sangat selaras dengan arah pariwisata global dan juga potensi Indonesia,” katanya.

Minat terhadap perjalanan olahraga juga tercermin dalam laporan Expedia Group Unpack ’26, yang menyebutkan 57 persen pelancong global tertarik menghadiri acara olahraga lokal atau regional saat bepergian. Temuan ini memperkuat posisi sport tourism sebagai bagian penting dari tren liburan 2026.

Destinasi wisata pun semakin dipilih berdasarkan kemampuannya menghadirkan pengalaman olahraga autentik, mulai dari event marathon internasional, turnamen tenis dunia, hingga lapangan golf ikonik di berbagai negara.

Golden Rama mencatat penjualan produk sport tourism melalui lini Sports Holiday meningkat 50 persen sepanjang 2025 dibandingkan 2024. Segmen marathon menjadi produk dengan peminat tertinggi, disusul perjalanan menonton pertandingan tenis internasional.

General Manager Communications & CRM Golden Rama, Ricky Hilton, mengatakan marathon menjadi segmen unggulan karena menawarkan kombinasi pencapaian personal, pengalaman komunitas global, dan eksplorasi destinasi.

“Ke depan, kami melihat peluang besar untuk memperluas segmen ini ke olahraga lain,” ujarnya.

Memasuki 2026, Golden Rama berencana memperluas portofolio produk sport tourism, termasuk paket bermain golf di Vietnam dan China, enam seri SuperHalfs Marathon, serta perjalanan menonton turnamen tenis dunia.

Dengan tren dan animo pasar yang terus meningkat, Golden Rama optimistis permintaan terhadap produk Sports Holiday akan tumbuh signifikan pada 2026. Perusahaan menargetkan pertumbuhan hingga dua kali lipat dibandingkan 2025, dengan marathon tetap menjadi andalan sekaligus memperluas segmen golf, tenis, dan produk sport tourism lainnya.

GCG BUMN
Golden Rama menilai sport tourism kini bukan lagi tren sesaat, melainkan bagian dari pilar baru pariwisata modern yang menggabungkan gaya hidup aktif, pengalaman destinasi, dan komunitas global. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories