JAKARTA (IndoTelko) - ABB Motion menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan talenta teknik nasional melalui program ABB Motion Goes to Campus, sebuah inisiatif kolaborasi antara industri dan akademia yang menyasar perguruan tinggi teknik di Indonesia.
Program ini telah dijalankan bersama sejumlah institusi pendidikan, antara lain Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Universitas Trisakti, dan Politeknik Negeri Bandung (Polban). ABB Motion juga membuka peluang untuk memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi lainnya guna memperkuat ekosistem teknologi dan energi di Tanah Air.
Inisiatif ini hadir di tengah meningkatnya kebutuhan industri terhadap talenta teknik yang siap kerja. Sejumlah survei menunjukkan bahwa pengalaman praktis dan keterampilan aplikatif menjadi faktor utama dalam perekrutan lulusan teknik. Di Indonesia, ketidaksesuaian antara latar belakang pendidikan dan dunia kerja masih menjadi tantangan, yang menegaskan pentingnya sinergi antara kampus dan industri.
Sebagai bagian dari implementasi program, ABB Motion menggelar rangkaian workshop dan kegiatan berbagi pengetahuan di ITB pada 36 Februari 2026. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dan sivitas akademika lintas disiplin teknik, dengan agenda pemaparan teknologi, diskusi aplikatif, serta pengenalan praktik industri di bidang motion, otomasi, dan efisiensi energi.
ABB Motion Goes to Campus dirancang sebagai platform kolaborasi jangka panjang. Program ini mengombinasikan hibah produk, pelatihan teknis, serta forum thought leadership yang bertujuan menyelaraskan pembelajaran akademik dengan kebutuhan industri, sekaligus membekali mahasiswa dengan pemahaman praktis mengenai tantangan transformasi industri global.
Vice President, Head of Local Business Area Motion ABB Indonesia, Chen-Kang Tan, mengatakan program ini merupakan bagian dari kontribusi berkelanjutan ABB dalam membangun kesiapan talenta teknik Indonesia.
“Melalui ABB Motion Goes to Campus, kami ingin berkontribusi langsung dalam mempersiapkan talenta teknik sejak di bangku kuliah, agar mereka memiliki pemahaman aplikatif yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini dan masa depan,” ujar Tan.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi kunci untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik, sehingga lulusan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia kerja.
Dari sisi akademik, ITB menilai program ini sebagai bentuk sinergi yang konkret antara industri dan kampus. Wakil Dekan Sumber Daya Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB, Dr. Eng. Ir. Arwindra Rizqiawan, ST., MT., IPM, menyebut keterlibatan praktisi industri memberikan nilai tambah bagi mahasiswa.
“Interaksi langsung dengan pelaku industri dan paparan teknologi terkini membantu mahasiswa memahami kompetensi dan kesiapan teknologi yang dibutuhkan di masa depan,” ujarnya.
Ke depan, ABB Motion berencana melanjutkan program serupa di berbagai institusi pendidikan dengan pendekatan yang disesuaikan dengan karakter masing-masing kampus. Melalui inisiatif ini, ABB Motion menegaskan perannya sebagai mitra strategis dalam pengembangan sumber daya manusia dan penguatan daya saing industri nasional berbasis teknologi yang efisien dan berkelanjutan. (mas)