telkomsel halo

Menakar nasib saham GOTO pasca masa lock up

03:14:37 | 04 Dec 2022
Menakar nasib saham GOTO pasca masa lock up
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menyatakan berdasarkan POJK 22/POJK.04/2021, periode lock-up bagi para pemegang saham pra-IPO perusahaan selama delapan bulan berakhir pada 30 November 2022.

Lock up saham adalah pemegang saham tidak boleh menjual saham dalam kurun waktu tertentu. Artinya, untuk pemegang saham GOTO, terhitung 1 Desember 2022, seluruh saham yang dibatasi tersebut dapat diperdagangkan secara bebas di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Efek dibukanya masa lock up, saham GOTO terjun bebas harganya. Pada akhir perdagangan Jumat (2/12), saham Goto turun 6,3% menjadi Rp 132 per saham. Tak hanya itu, GOTO mencatatkan auto rejection bawah (ARB) kelima kalinya, pada Jumat (2/12) dimana terjadi crossing saham senilai Rp3,25 triliun di pasar negosiasi.

Berdasarkan data D'Origin, telah terjadi crossing saham GOTO pada harga Rp101 per saham dengan total nilai Rp3,25 triliun. Hal ini membuat nilai transaksi perdagangan total sebesar Rp16 triliun termasuk Rp6,01 triliun di pasar negosiasi. Aksi crossing saham GOTO yang ditengarai berasal dari pemegang saham besar ini meramaikan perdagangan bursa saat IHSG tergelincir 0,01 persen.

Aksi crossing saham adalah lintasan transaksi antara dua pihak investor yang ada pada naungan sama atau masih dalam satu broker. Transaksi ini terjadi di pasar negosiasi.

Akibat longsornya saham GOTO, Indeks Harga Saham  Gabungan (IHSG) melemah 0,48% dalam sepekan dan ditutup pada 7.019,64 pada Jumat (2/12). Sektor teknologi menjadi pemberat IHSG  dengan akumulasi penurunan 10,71%.

Penurunan sektor teknologi ini yang menyeret IHSG ke zona merah meski sektor energi melesat 4,38% sepekan dan sektor kesehatan melaju 3,27% dalam sepekan.

Penjelasan
GOTO dalam keterbukaan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (2/12) menyatakan bahwa investor saham perseroan pra-IPO tidak melanjutkan penawaran sekunder atau secondary offering terkoordinasi atas saham GOTO yang dimiliki.  

Sementara dengan berakhirnya periode lock-up tersebut, maka program opsi saham karyawan dan konsultan (shares option program) yang dikelola oleh GPF (GoTo Peopleverse Fund) juga dapat mulai dilaksanakan sebagaimana telah dijabarkan di dalam prospektus perseroan.

Sehubungan dengan program opsi saham karyawan dan konsultan (shares option program), dinyatakan transaksi saham di pasar negosiasi merupakan bagian dari pelaksanaan dari program opsi saham karyawan dan konsultan (shares option program).

Manajemen GOTO menjelaskan sesuai dengan yang telah disampaikan pada prospektus, para partisipan yang menerima opsi saham ini dapat melaksanakan opsi saham yang dimilikinya. Meskipun opsi saham ini diberikan secara cuma-cuma kepada setiap partisipan sebagai bonus dan/atau imbalan atas masa bakti atau jasa yang diberikan oleh partisipan, tapi setiap partisipan harus membayar penuh harga pelaksanaan opsi saham kepada GPF, untuk dapat memperoleh saham GoTo, dengan cara GPF mengalihkan saham GoTo yang dimilikinya melalui pasar negosiasi kepada para partisipan yang melaksanakan hak opsi sahamnya.

Harga pelaksanaan opsi saham berkisar antara Rp 2 sampai dengan Rp 202 per saham, bergantung pada perjanjian opsi saham antara GPF dan masing-masing karyawan.

Program opsi saham karyawan dan konsultan (shares option program) tersebut merupakan salah satu wujud apresiasi dan kompensasi jangka panjang yang diberikan perusahaan atas masa bakti serta kontribusi mereka dalam mendorong pertumbuhan GoTo dalam melayani kebutuhan jutaan konsumen serta mitra di dalam ekosistem GOTO.

Peluang
Sementara sejumlah analis menilai pergerakan harga saham yang abnormal adalah peluang terbaik untuk akumulasi, karena ada potensi meraih gain yang lebih besar di masa depan.  

Para analis mendorong investor tidak menjual saham teknologi di periode bunga mulai naik dan cenderung tinggi adalah tidak tepat. Harga saat ini tidak optimal bagi investor karena masalah sentimen ekonomi. Investor yang lama berinvestasi di GOTO pasti lebih sabar menanti harga saham lebih optimal.

Pameo tidak mungkin harga bergerak hanya satu arah, pasti ada titik baliknya nanti menjadi pegangan para analis.

Masalahnya, akankah para investor ritel memiliki tingkat kesabaran yang sama dengan para analis? Belum lagi jika bicara investor kakap, yang menjadi terbebani laporan keuangannya karena harus terus mencantumkan unrealized gain dengan nominal lumayan terhadap nasib investasinya di GOTO.

@IndoTelko

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Telkom DES
More Stories
Data Center Service Provider of the year