telkomsel halo

Huawei Asia Pacific Digital Innovation Congress 2022

Gandeng mitra industri, bedah peluang ekonomi di APAC

07:02:00 | 23 May 2022
Gandeng mitra industri, bedah peluang ekonomi di APAC
Angkasa Pura 2
SINGAPURA (IndoTelko) - Penyelenggaraan Huawei Asia Pacific Digital Innovation Congress 2022 di hari kedua, ditandai dengan sesi diskusi keynote bertajuk “Diving into Digital in Industries” (Menyelami Dunia Digital dalam Industri).  Sesi ini dihadiri oleh lebih dari 1.000 sosok penting di dunia usaha dan pemerintahan dari negara-negara kawasan Asia Pasifik, di mana mereka berbagi kisah tentang tantangan dan praktik terbaik dalam pemanfaatan teknologi inovatif sebagai upaya menghadapi tantangan transformasi digital. 
 
President of Huawei Asia Pacific Enterprise Business, Nicholas Ma dalam sambutannya mengatakan, ekonomi digital dan digitalisasi tengah berkembang pesat di kawasan Asia Pasifik, didukung oleh strategi digital yang visioner dari pemerintah serta upaya bersama yang dilakukan oleh pelaku bisnis di berbagai sektor industri. Huawei memprediksikan bahwa digitalisasi akan mentransformasi sistem produksi dalam industri, dan dengan demikian menciptakan potensi nilai ekonomi sebesar US$27 triliun. 
 
“Bersama dengan para mitra, kami akan mempelajari situasi dan kebutuhan industri dengan seksama, kemudian mengembangkan solusi yang sesuai untuk setiap kondisi tersebut untuk membantu para pelaku usaha. Kami siap bekerja sama dengan mitra kami untuk membina dan mengembangkan sebuah ekosistem industri terbuka demi mewujudkan keberhasilan bersama," katanya. 
 
Sementara itu, Menteri Negara Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Bangladesh Zunaid Ahmed Palak dalam pidatonya menyampaikan, Bangladesh dapat dengan cepat memasuki era revolusi TIK berkat Inovasi dan Pemikiran Inovatif. "Kami terbuka untuk diskusi dengan para pengembang, pemuka industri, dan pemuka kebijakan untuk membahas bagaimana kita dapat menciptakan nilai lebih bagi masyarakat. Inovasi bukan sekadar sejumlah hal terpisah, melainkan gabungan dari seluruh pemikiran untuk menghasilkan hasil yang terbaik. Dengan kekuatan inilah, serta dengan dukungan dari perusahaan-perusahaan paling inovatif dunia seperti Huawei, Bangladesh akan tumbuh dan berkembang. Think Digital, Be Digital, Build Digital,” katanya.
 
Sedangkan, Kepala Pusat Riset Elektronika dan Telekomunikasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia, Dr. Eng. Budi Prawara menjelaskan, masa depan dunia akan ditentukan oleh seberapa efektif dan efisien kita memperkuat, mendorong dan meningkatkan kolaborasi untuk riset dan inovasi. Ia menambahakan, pihaknya telah bekerja sama erat dengan seluruh pemangku kepentingan utama, khususnya para pemimpin dunia di bidang teknologi dan inovasi seperti Huawei, yang pada tahun 2020 lalu membagikan pengetahuan terkait AI (Kecerdasan Buatan) yang sejalan dengan perkembangan Strategi Nasional untuk Kecerdasan Buatan. Ia berharap dapat terus membangun pemahaman bersama dalam ekosistem industri dalam rangka mengoptimalkan manfaat dari riset dan inovasi global bagi kemanusiaan dan masyarakat. 
 
Hari kedua kongres diakhiri dengan diskusi panel mengenai bertema,”Akselerasi Inovasi Industri Digital dalam Dunia VUCA,” yang dimoderatori oleh Hong-Eng Koh, Global Chief Public Services Industry Scientist, Huawei. Tampil sebagai panelist Dr. Chalee Asavathiratham (Siam Commercial Bank, Thailand), Prof. Jugdutt Singh (Pemerintah Sarawak Malaysia), Donald Lum (SATS Singapura), dan Justin Chen (Bank Neo Commerce, Indonesia) yang berbagi pelajaran mengenai transformasi digital dan faktor kunci bagi kesuksesan digitalisasi. 
 
Setiap transformasi digital industri melalui jalur dan menciptakan hasil yang mungkin berbeda satu dengan yang lain, akan tetapi semuanya menghadapi tantangan yang serupa serta faktor kritikal bagi kesuksesan, termasuk kepemimpinan yang kuat, tata kelola, talenta, proses, kolaborasi, kepatuhan terhadap aturan, dan manajemen perubahan. 
 
Para panelis juga menyepakati bahwa transformasi digital harus berfokus utama pada manusia dan personalisasi, dan nilai data sangat krusial untuk mendukungnya. Moderator menambahkan bahwa Huawei membantu mengurangi kompleksitas teknologis melalui arsitektur Intelligent Twins yang menyajikan interaksi cerdas, konektivitas, hub/cloud dan aplikasi. 
 
Gelaran Huawei APAC Digital Innovation Congress, Huawei menandatangani 17 Nota Kesepahaman untuk kerja sama di bidang Smart Campus (Kampus Cerdas), Data Center (Pusat Data), Digital Power (Daya Digital), dan HUAWEI CLOUD dengan pelanggan industri dari Singapura, Malaysia, Thailand, Indonesia, dan Bangladesh. Nota Kesepahaman ini menjadi dasar bagi kerja sama yang saling menguntungkan dalam rangka akselerasi transformasi digital di Asia Pasifik, serta menjadi tolok ukur untuk pengembangan ekonomi digital di kawasan ini. Kerja sama antara industri dan Huawei menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan inovasi di Asia Pasifik.  (ak)
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Telkom DES
More Stories
Data Center Service Provider of the year