Paket Semangat Kemerdekaan
Paket Semangat Kemerdekaan
telkomsel halo

Mark Sandler, tim pembela Meng :

Kasus ini ganjil

08:56:00 | 25 Aug 2021
Kasus ini ganjil
Angkasa Pura 2
VANCOUVER, KANADA (IndoTelko) - Dalam lanjutan sidang kasus CFO Huawei Meng Wanzhou yang berlangsung di Mahkamah British Columbia (15/8), tim pembela Meng yang dipimpin oleh Mark Sandler menganggap bahwa kasus peradilan Meng ini ganjil dan belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah proses hukum di Kanada.

Tim advokat yang berjuang menghentikan proses ekstradisi terhadap eksekutif Huawei Meng Wanzhou ke AS ini menilai , kasus ini sama sekali tidak menimbulkan kerugian atau adanya potensi kerugian terhadap pihak-pihak tertentu, bahkan menurutnya  yang dianggap sebagai pihak korban, kasus ini tidak ada kaitan antara dugaan yang didakwakan dengan tindakan terkait. 

Menurut Sandler, dalam ribuan kasus dakwaan tentang penipuan sebelumnya di negara tersebut, korban mendasarkan tuntutan atas dasar bukti-bukti yakni berupa perkataan atau perbuatan tersangka yang menimbulkan kerugian bagi pihak korban atau menimbulkan potensi kerugian bagi korban.

Berawal dari tuduhan AS terhadap Meng, yang telah berbohong kepada HSBC dalam sebuah paparan di Hong Kong pada tahun 2013, sehingga tuduhan tersebut diklaim mengakibatkan bank tersebut berisiko mendapatkan hukuman oleh AS karena bank dianggap telah melanggar poin-poin ketentuan pada sanksi yang dialamatkan AS kepada Iran.

“Anda seharusnya mempertanyakan apakah benar paparan yang dilakukan oleh Meng menggunakan PowerPoint ini benar menjadi penyebab HSBC sampai melanggar ketentuan pada poin-poin sanksi yang dijatuhkan AS terhadap Iran,” kata Sandler di depan Associate Chief Justice Heather Holmes.

Fase yudisial proses ekstradisi ini memasuki babak-babak putusan akhir. Bila tim advokat Meng bisa menunjukkan kepada kasus US versus Meng ini “cacat secara hukum,” hakim mestinya menolak permintaan AS untuk memindahkan kasus hukum Meng untuk digelar di AS.

Diangkatnya kasus ini oleh Kanada sebagai bentuk konfrontasi terbuka terhadap Tiongkok. RCMP menangkap Meng pada 1 Desember 2018 atas permintaan yang dilayangkan oleh pihak AS. Tak lama kemudian, Tiongkok menahan dua warga Kanada, Michael Spavor and Michael Kovrig. Hampir 1.000 hari mereka ditahan.

Setelah beberapa saat penangkapan Spavor dan Kovrig, Tiongkok kembali menangkap orang Kanada ketiga, Robert Schellenberg dan meningkatkan hukuman dari 15 tahun ke hukuman mati atas tuduhan keterlibatannya dalam kasus perdagangan narkoba.

Tuduhan AS terhadap Meng sulit dipahami tanpa tahu sanksi AS terhadap Iran. Dalam proses pengadilan di Kanada jelas terungkap bahwa sejumlah perusahaan di Iran punya izin. Meng juga mengatakan terbuka terkait dengan perusahaannya, Huawei. 

Potensi pelanggaran muncul ketika terjadi sejumlah transaksi dalam dolar AS yang masuk melalui cabang bank AS dalam sebuah bisnis yang melibatkan Iran.  AS menuduh Meng tidak jujur kepada HSBC tentang koneksi Huawei ke Skycom Tech Co. Ltd. Dia menyebut Skycom sebagai mitra "yang dapat dikontrol".  AS mengatakan Skycom dan Huawei sebenarnya adalah perusahaan yang sama, dan bahwa dia meminimalkan kontrol Huawei.

AS menuduh bahwa Skycom telah membayar perusahaan Inggris, Networkers, senilai jutaan dolar untuk layanan teknologi yang digelar di Iran. Skycom membayar Networkers dari sebuah bank Tiongkok. Networkers menggunakan HSBC di Inggris, tetapi bank menempatkan transaksi melalui cabangnya di AS.

Ditekankan oleh Sandler, AS tidak pernah menjelaskan mengenai dugaan bahwa Meng telah berbohong bisa mempengaruhi pengambilan keputusan sebuah bank.  Kalaupun dianggap terjadi kesalahan dalam interpretasi, PowerPoint yang dibawakan oleh Meng tidak mungkin menyebabkan HSBC serta-merta lantas melakukan pelanggaran terkait dengan cara mereka menangani transaksi Networkers.  “Dua hal tersebut jelas tidak ada sangkut-pautnya sama sekali. Ini malah justru kontradiktif,” katanya. 

“Tentu Anda akan berpikir justru akan lebih nyaman menutup transaksi bila mereka pikir Skycom dikendalikan oleh Huawei yang notabene adalah pihak yang berseberangan dengan entitas yang tidak ada kendali ini,” tambahnya.  Sandler menekankan,  AS tidak punya bukti yang menunjukkan bahwa presentasi yang dibawakan oleh Meng menyebabkan bank salah ambil keputusan. “Mana buktinya bila disebut bahwa kejadian tersebut tidak akan terjadi bila tidak terjadi misinterpretasi?," ujarnya.

Sementara itu, pengacara untuk Canadian Attorney General, Robert Frater menyampaikan kepada hakim minggu sebelumnya bahwa tidak ada yang ganjil dengan kasus ini. Hakim kemudian menjawab bahwa dalam kasus ini memang ada hal ganjil dalam sejumlah hal, termasuk perihal ada pejabat senior di bank yang sejatinya tahu hal sebenarnya, bahkan terkait dugaan bahwa dia telah dibohongi.

Sedangkan Sandler menyebutnya sebagai kasus yang luar biasa. "Sungguh luar biasa bahwa hingga bertahun-tahun sejak tuduhan ini dilancarkan, kausal sebab-akibat dalam proses hukumnya juga masih belum jelas hingga sekarang," katanya. Terkait kausal sebab-akibat di sini adalah terkait dengan adanya dugaan penipuan bahwa Meng membuat HSBC salah mengambil keputusan yang membahayakan perusahaan.

Di hari kedua, tim legal Meng mencoba menguak kelemahan bukti-bukti yang disodorkan pihak AS, berupaya melakukan pukulan balik terkait dengan upaya dan bukti dari pihak prosekutor terhadap kasus ini, khususnya keganjilan bahwa ada korban penipuan yang tak menyadari adanya penipuan bisa dihukum oleh pemerintah. 

Paket Semangat Kemerdekaan
Pertanggungjawaban pidana secara hukum tidak mungkin dalam kondisi tersebut. Risiko hukuman secara perdata kepada korban yang tidak bersalah meleset dan tidak berdasar, ucap Sandler membahas mengenai bukti-bukti yang disodorkan oleh seorang pakar AS terkait dengan hukum sanksi. “Kita sudah benar-benar melenceng jauh dari persoalan hukum terkait dengan kasus penipuan yang diangkat dalam perkara sidang ini,” tegas Sandler.

Sandler kembali menegaskan bahwa belum pernah terjadi sebelumnya dalam riwayat hukum di pengadilan Kanada, bahwa pemerintah menuntut korban dengan dugaan penipuan meski tanpa adanya kerugian ekonomi yang ditimbulkannya. Hakim tidak saja diarahkan ke sebuah persidangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, namun juga diminta melakukan persidangan tersebut dalam kondisi di mana pengadilan di Kanada sendiri telah memberikan pertimbangan dan menolaknya.

Kini Mahkamah Agung Kanada punya waktu untuk menjawabnya di sidang sebelum proses peradilan ditutup. Associate Chief Justice Holmes akan mengambil keputusan segera. (sg)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories
Data Center Service Provider of the year