Paket Semangat Kemerdekaan
Paket Semangat Kemerdekaan
telkomsel halo

Qualcomm siapkan Platform Drone 5G dan AI Pertama di dunia

11:59:00 | 18 Aug 2021
Qualcomm siapkan Platform Drone 5G dan AI Pertama di dunia
Angkasa Pura 2
San Diego (IndoTelko) - Keberhasilan Ingenuity Helicopter di Mars sebagai terobosan dalam penerbangan tanpa awak yang didukung oleh Qualcomm Flight Platform, perusahaan ini melanjutkan kepemimpinannya di bidang drone dengan meluncurkan platform drone pertama di dunia dan desain referensi yang menawarkan kemampuan 5G dan AI, yaitu Qualcomm Flight RB5 5G Platform. 

Solusi baru ini membantu mempercepat pengembangan drone komersial, perusahaan, dan industri, serta membuka kemungkinan inovatif bagi industri yang ingin mengadopsi solusi drone dan mewujudkan manfaat dari intelligent edge. Qualcomm Flight RB5 5G Platform, ditenagai oleh prosesor Qualcomm® QRB5165, dibuat dengan teknologi IoT terbaru Qualcomm Technologies, memberikan solusi yang akan menghasilkan drone 5G generasi berikutnya yang berkinerja tinggi dan memiliki konsumsi daya yang rendah. 

Qualcomm Technologies telah bertindak sebagai katalis dan visioner yang membuat 5G dapat meningkatkan dan merevolusi industri robotika dan drone. Qualcomm Flight RB5 5G Platform menghadirkan kemampuan mutakhir bagi industri drone dengan menyatukan beberapa teknologi kompleks dalam satu sistem drone yang terintegrasi untuk mendukung aplikasi dan kasus penggunaan baru di sektor-sektor seperti film dan hiburan, keamanan dan respon darurat, pengiriman, pertahanan, pemeriksaan, dan pemetaan. 

Dikatakan Senior Director, Business Development and General Manager of Autonomous Robotics, Drones and Intelligent Machines, Qualcomm Technologies, Inc, Dev Singh, pihaknya  terus bekerja sama dengan banyak perusahaan drone terkemuka, memungkinkan 200+ robotika global dan anggota ekosistem drone, di saat yang sama secara konsisten mendorong dan mempromosikan standarisasi drone di seluruh dunia dan kemampuan 5G transformatif dalam organisasi seperti 3GPP, GSMA, Global UTM Alliance, Aerial Connectivity Joint Initiative (ACJA), dan ASTM.

“Kami bangga dapat melanjutkan momentum kami untuk memungkinkan transformasi digital di industri global dengan meluncurkan Qualcomm Flight RB5 5G Platform, solusi yang dibuat khusus untuk pengembangan drone dengan fitur otonomi dan kecerdasan yang ditingkatkan, menghadirkan kemampuan penerbangan terhubung premium ke segmen industri, perusahaan, dan komersial,” tambahnya. 

Qualcomm Flight RB5 Platform, yang berkinerja tinggi dan memiliki komputasi heterogen dengan konsumsi daya yang sangat rendah dan memberikan efisiensi daya di tepi untuk AI dan Machine Learning (ML) yang memungkinkan drone bekerja secara otonom sepenuhnya. 

Terobosan dari kemampuan kameranya menghadirkan kinerja gambar yang premium. Dengan konektivitas 5G dan Wi-Fi 6, platform ini meningkatkan kemampuan terbang di luar garis pandang atau beyond visual line-of-sight (BVLOS) untuk mendukung penerbangan yang lebih aman dan andal. Selain itu, kontrol keamanan saja tidak dapat lagi menjamin keamanan drone industri dan komersial, terutama saat masuk ke operasi Beyond Visual Line of Sight. 
Qualcomm Flight RB5 5G Platform dilengkapi dengan Qualcomm® Secure Processing Unit untuk mendukung permintaan drone modern akan perlindungan keamanan siber sebagai pendukung utama persyaratan perlindungan data dan keselamatan. 

Qualcomm Technologies bekerja sama dengan Verizon untuk menyelesaikan uji jaringan Qualcomm Flight RB5 Platform untuk jaringan Verizon 5G, dan mengharapkan platformnya, yaitu 5G mmWave, untuk ditawarkan melalui Verizon Thingspace Marketplace. 
Desain referensi drone dari Qualcomm Flight RB5 5G saat ini tersedia untuk pre-sale melalui ModalAI. Perangkat pengembangan Qualcomm Flight RB5 5G diharapkan akan tersedia pada kuartal empat tahun 2021. 

Menurut Vice-President, Access Construction and Engineering, AT&T, Kevin Hetrick, banyak manfaat drone yang sudah ditunggu-tunggu akan dipercepat dan diperkuat dengan 5G, termasuk untuk industri pengiriman, pemeriksaan, dan pencarian dan pertolongan (SAR), yang membutuhkan koneksi yang sangat aman dan andal. "Kami senang melihat Qualcomm Technologies terus berinovasi dengan pengumuman terbaru mereka pada platform drone 5G,”tambahnya.

Sementara Chief Technology Officer, Network and Technology Center, Asia Pacific Telecom, Shang-Chen Kao menjelaskan, sebagai pemimpin dalam layanan telekomunikasi inovatif di Taiwan, Asia Pacific Telecom Co., Ltd (APT) bersemangat untuk bekerja dengan salah satu kolaborator strategis terpenting kami, yaitu Qualcomm Technologies dalam mendukung drone berkemampuan 5G dan AI. APT menyediakan 5G dan layanan integrasi aplikasi untuk memajukan kinerja robot dan drone dalam perspektif yang berbeda. "Kami sangat percaya bahwa kemampuan 5G yang ditanamkan pada platform ini akan memungkinkan pengalaman drone otonom baru,” ujar Shang.

Pun Chief Product Officer, Divisi IoT, China Unicom Digital Technology Company Limited, Li Kai mengatakan, era digital yang didukung 5G telah memperluas batasan pada setiap industri, dan China Unicom berkomitmen untuk mendorong batas ekosistem komunikasi tradisional dan bekerja sama dengan rantai industri untuk dapat saling melengkapi satu sama lain. "Salah satu kolaborator penting kami, Qualcomm Technologies telah bekerja sama dengan China Unicom untuk mendorong integrasi 5G dan IoT ke dalam kasus penggunaan vertikal dan menyediakan produk seperti modul 5G dan gerbang industri 5G untuk kasus penggunaan otomatisasi dan robotika, dengan area fokus seperti peralatan industri, manufaktur besi, dan baja, transportasi dan pelabuhan, pertambangan dan energi, dan perawatan kesehatan,” katanya.

“Kami percaya pengumuman Qualcomm Flight RB5 5G Platform akan menguntungkan lebih banyak kasus penggunaan. China Unicom menantikan untuk memperdalam kolaborasi dengan Qualcomm Technologies di IoT dan bersama-sama menciptakan indikator baru untuk 5G di masa depan," tambahnya.

Chief Executive Officer, Everguard.ai, Sandeep Pandya berpendapat, penggunaan drone untuk menangkap gambar untuk pemetaan topografi lokasi konstruksi, pelacakan kemajuan konstruksi, pengawasan keamanan, dan pelacakan peralatan, serta dikombinasikan dengan sensor IoT yang digunakan di lokasi konstruksi merevolusi cara kerja proyek konstruksi! Data yang didukung 5G dari drone dapat dimanfaatkan untuk meluncurkan kekuatan kecerdasan buatan (AI) dan algoritma pembelajaran mesin yang menghasilkan peningkatan besar dalam keselamatan, efisiensi, dan produktivitas proyek konstruksi.
 
“Qualcomm Technologies telah menjadi pemimpin dalam terobosan teknologi selama bertahun-tahun dan pengumuman kehadiran platform drone 5G pertama di dunia yang mendukung AI – Qualcomm Flight RB5 Platform – adalah contoh terbaru dari inovasi berkelanjutan mereka. Kami di Juganu sangat senang dapat bekerja sama dengan Qualcomm Technologies yang terus mendorong batas teknologi dan berharap dapat menggunakan teknologi ini untuk berinovasi di seluruh teknologi pintar kami dengan cepat, aman, dan selamat,” jelasnya. 

Sedangkan Head of Device Business Unit, Korea Telecom, Byungkyun Kim mengungkapkan,  Korea Telecom antusias melihat Qualcomm Technologies menghadirkan teknologi drone 5G mutakhir dengan menggunakan Qualcomm Flight RB5 5G Platform. Kami memanfaatkan keahlian kami dalam menerjemahkan beragam layanan dan memanfaatkan kasus penggunaan menjadi kenyataan di seluruh industri serupa. 

“Kami berhadap Qualcomm Technologies dapat memperluas industri drone 5G dan membuka jalan bagi pengembangan drone yang menggunakan Qualcomm Flight RB5 5G Platform,” katanya. 

Juga B2B Service Telecommunication Director, LG UPlus, Youngseo Jeon berkomentar, peluncuran Qualcomm Flight RB5 5G Platform oleh Qualcomm Technologies memiliki peran penting dalam ekosistem drone, karena integrasi drone dengan komunikasi 5G dan teknologi AI dapat memaksimalkan kegunaan dan kenyamanan drone,” kata Youngseo Jeon, B2B Service Telecommunication Director, LG UPlus. “Kami berharap layanan drone pintar U+ yang dilengkapi telekomunikasi, kontrol, dan video yang dikombinasikan dengan Qualcomm Flight RB5 5G Platform akan memainkan peran besar di berbagai bidang industri drone,” katanya. 

Chief, Executive Officer, Co-Founder, ModalAI, Chad Sweet, menjelaskan, modalAI mempercepat teknologi otonomi dengan menyediakan robot dan penglihatan drone serta sistem komunikasi kepada para inovator. "Sejak didirikan, kami berkomitmen untuk memungkinkan produsen robot terbang dan di darat dengan kemampuan yang dapat mengungguli berbagai industri. Kami sangat senang dapat berkolaborasi dengan Qualcomm Technologies untuk menghadirkan drone 5G pertama yang dibuat khusus yang membuka komputasi mutakhir ke serangkaian integrator luas yang dapat membangun aplikasi mereka dengan mengambil manfaat dari gelombang udara 5G yang akan datang,” kata Chad.

Juga Managing Director, Open Generation Program, MITRE-Engenuity, Rakesh Kushwaha, mengomentari peluncuran ini. Menurutnya keandalan, ketersediaan, dan latensi rendah dari 5G memungkinkan perintah dan kendali dari UAS yang sebelumnya tidak tersedia, menyelesaikan pertimbangan keamanan UAS yang kritis dan memungkinkan kemampuan terbang di luar garis pandang (BVLOS). "Dengan konektivitas ini dan tambahan manfaat dari menggerakkan kecerdasan ke tepi, kami sekarang mulai mewujudkan solusi nyata dengan dampak signifikan terhadap bisnis dan kehidupan sehari-hari,” katanya. 
“Qualcomm Flight RB5 Platform menghadirkan kecerdasan canggih untuk keputusan otonom, memungkinkan detect and avoid (DAA) bahkan di luar konektivitas jaringan. Teknologi ini membawa perubahan besar. Kami senang Qualcomm Technologies berpartisipasi dalam MITRE Engenuity Open Generation,” tambahnya. 

Sedangkan Vice President, Chief Enterprise Business Officer, Taiwan Mobile, C. H. Wu, mengungkapkan kebanggaannya melihat Qualcomm Technologies berinovasi dalam aplikasi drone 5G secara berkelanjutan, termasuk solusi terkait perusahaan. "Taiwan Mobile menawarkan layanan “5G nyata” dengan keuntungan yang lebih aman dan lebih cepat untuk mendukung pengembangan kreatif, dan bekerja sama dengan Open Possible,” ujar Wu.

Juga Chief Technology Officer InvenSense Peter Hartwell mengungkapkan, TDK sangat bersemangat untuk bergabung dengan Qualcomm Technologies di platform drone yang sangat canggih.  “TDK memiliki fokus multi-teknologi pada robotika di seluruh portofolio produk – sebagian besar dapat ditemukan di Qualcomm Flight RB5 Platform dan TDK Mezzanine Platforms. Keputusan kami untuk berkolaborasi dengan Qualcomm Technologies untuk memanfaatkan terobosan teknologi sensor bersama dengan Qualcomm Flight RB5 Platform, saya yakini menjadi desain referensi drone paling inovatif di dunia,” jelasnya. 

Paket Semangat Kemerdekaan
Selanjutnya, Co-Founder, Chief of Staff, Skyward, sebuah perusahaan Verizon, Eric T. Ringer, ikut berpendapat.  Menurutnya, Qualcomm Flight RB5 Platform menyediakan platform perangkat keras yang kuat yang menawarkan ekosistem pengembang drone sebuah cara sederhana untuk dapat terhubung. Artinya, drone yang dibangun dengan Qualcomm Flight RB5 Platform dapat memanfaatkan kapasitas besar dari Verizon 5G Ultra Wideband untuk menavigasi dunia dengan cara yang lebih aman dan produktif daripada sebelumnya.

Dan Founder dan Chief Executive Officer, Zyter. Inc, Sanjay Govil juga berpendapat banyak manfaat drone yang sudah ditunggu-tunggu akan lebih dipercepat dan diperkuat dengan 5G, yang menyediakan koneksi bandwidth tinggi yang aman dan andal.

“Kami sangat antusias untuk mulai memanfaatkan dan mengintegrasikan Qualcomm Flight RB5 Platform untuk drone 5G ke dalam solusi IoT SmartSpacesTM kami untuk kampus dan kota pintar, kontsruksi pintar, dan penggunaan lainnya,” katanya. (sg) 

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories
Data Center Service Provider of the year