Paket Phoenix
Paket Phoenix
telkomsel halo

PeduliLindungi duduki posisi runner up di rating aplikasi contact tracing

05:07:12 | 15 Jun 2020
PeduliLindungi duduki posisi runner up di rating aplikasi contact tracing
Angkasa Pura 2
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengungkapkan aplikasi PeduliLindungi menduduki posisi runner up untuk contact tracing Covid-19.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kominfo Ahmad M. Ramli menyatakan, aplikasi PeduliLindungi mendapatkan rating aplikasi terbaik kedua setelah aplikasi pelacakan Covid-19 milik India.

“Kita dapat nilai yang baik, empat poin empat (4.4). Jadi, dibanding dengan yang lain-lain yang paling tinggi memang India 4.6,” tutur Dirjen Ramli dalam sebuah Webinar belum lama ini.

Diungkapkannya, selain Indonesia, ada 9 negara lain yang memiliki aplikasi sejenis PeduliLindungi, yakni New Zealand, Islandia, Norwegia, Singapura, Australia, Israel, India, Austria dan Ceko.

Sayangnya, meskipun pemeringkatan berdasarkan rating 0-5 dengan menduduki posisi kedua, saat ini jumlah unduhan PeduliLindungi masih sekitar 6% atau tidak lebih dari tiga juta itu.

Dikatakannya, saat ini Kominfo telah memperbarui payung hukum untuk menjaga kepastian perlindungan terhadap data masyarakat.

“Aplikasi PeduliLindungi ini tidak hanya dimanfaatkan ketika kita pandemi tapi ketika kita memasuki normal kita juga memanfaatkan ini oleh karena itu diperlukan adanya perubahan Keputusan Menteri Nomor 171 Tahun 2020 itu telah diubah dan ditandatangani Pak Menteri Kominfo,” ungkapnya.

Perubahan yang terjadi pada versi ke lima Aplikasi PeduliLindungi itu, antara lain memasukan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sebagai institusi yang melakukan asesmen terhadap semua fitur.

“Setiap versi yang akan di-launching selalu dilakukan asesmen terlebih dulu oleh BSSN untuk menjamin keamanannya. Demikian juga dengan perlindungan data pribadi kami tegaskan lebih detail di keputusan menteri yang baru ini. Jadi masyarakat tidak perlu ragu untuk meng-install ini dan masyarakat bisa memanfaatkan aplikasi ini untuk kepentingan transportasi, pemesanan tiket pesawat udara dan lain-lain. Karena di sana juga akan ada fitur sertifikat terkait dengan swab test,” paparnya.

Menkominfo Johnny G Plate menyatakan Pemerintah akan meningkatkan Aplikasi PeduliLindungi agar bisa digunakan oleh perangkat telepon non-smartphone pada minggu ketiga Juli 2020. "Kami juga bersama-sama dengan Telkom yang akan meningkatkan agar aplikasi ini nanti bisa digunakan juga oleh pengguna perangkat telepon yang non-smartphone melalui teknologi SMS," jelasnya.

Ditambahkannya, pengembangan aplikasi selanjutnya pertama diarahkan untuk menambah QR Code untuk digital diary perjalanan pengguna. “QR Code untuk WNI dan WNA yang memasuki wilayah yurisdiksi nasional kita, batas negara di tujuh pintu atau gate imigrasi, dan dengan secara langsung ditetapkan sebagai ODP,” jelasnya.

Jhonny berharap, pada minggu ketiga bulan Juni ini pengembangan QR Code untuk digital diary ini sudah bisa di-launching agar bisa digunakan oleh masyarakat.

Menurut Menteri Kominfo, fitur lain yang akan dikembangkan pertama adalah QR Code untuk diary perjalanan user yang dibuat sesuai dengan pemintaan Presiden dan ditargetkan bisa diguankan Minggu ketiga Juni 2020. Selain itu, kedua, fitur registrasi hasil rapid test dan swab test sebagai passport user pada masa relaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Minggu pertama Juli 2020.

“Kemudian, teknologi Face Recognition untuk pengecekan suhu tubuh dan masker sebelum user masuk ke area public atua gedung pada Minggu kedua Juli,” jelasnya.

Johnny menyebutkan akan membangun Software Development Kit  (SDK) agar Aplikasi PeduliLindungi dapat dimanfaatkan di apps lain pada Minggu keempat Juli 2020.

SDK dapat dimanfaatkan di berbagai aplikasi. Ia menyontohkan jika di aplikasi Go-Jek ada kerjasama dengan PeduliLindungi maka seluruh driver Go-Jek bisa menggunakan aplikasi tersebut.

Paket Phoenix
“Dengan menggunakan QR Code bisa mengetahui mereka (driver) dapat pergi ke mana, mengantar penumpang ke mana, di daerah yang mana misalnya mall atau gedung-gedung mana yang sudah memenuhi syarat-syarat protokol medis, dan tidak boleh ditambah jumlahnya bisa menghindari wilayah tersebut,” jelas Menteri Johnny.

Chief Digital Innovation Officer Telkom Indonesia, Faizal Djoemadivmenyatakan Aplikasi PeduliLindungi sudah mengguanakan seluruh teknologi telepon pintar mulai dari GPS, bluetooth dan QR Code.

“Aplikasi ini bisa dikembangkan untuk manfaat yang lebih besar. Dan kami sebagai developer membuka kesempatan kepada para start up atau pemilik aplikasi lain yang lain” jelasnya.(ak)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Telkom Digital Solution
Kuota Ketengan
More Stories
Data Center Service Provider of the year
Kuota Ketengan