JAKARTA (IndoTelko) - Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyakini industri bisnis yang memanfaatkan perkembangan teknologi digital dinilai ikut berkontribusi mengurangi angka kesenjangan ekonomi serta sosial dalam kehidupan masyarakat atau gini ratio di Indonesia.
Asal tahu saja, rasio Gini atau Indeks Gini merupakan indikator yang menunjukkan tingkat ketimpangan pendapatan secara menyeluruh. Nilai Koefisien Gini berkisar antara 0 hingga 1. Koefisien Gini bernilai 0 menunjukkan adanya pemerataan pendapatan yang sempurna, atau setiap orang memiliki pendapatan yang sama.
Gini rasio di Indonesia yang menurut lembaga-lembaga internasional kurang lebih 45. Artinya 1% rakyat menguasai 45% kekayaan bangsa Indonesia.
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mencontohkan seperti model bisnis yang dilakukan oleh PT Aplikasi Karya Anak Bangsa melalui Go-Jek. Secara sisi ekonomi, Go-Jek terbukti nyata ikut mendukung terealisasinya kesejahteraan masyarakat.
"Saya bangga ada perusahaan Indonesia yang bukan hanya mengembangkan bisnisnya di Indonesia tapi juga sudah ke luar negeri, setidaknya di Asia Tenggara," kata Rudiantara, belum lama ini.
Rudiantara menyebutkan, andil Go-Jek ikut serta menekan gini ratio di Tanah Air dengan diterapkannya sistem economic sharing. Ditambah lagi peran Go-Jek dalam pengentasan pengangguran melalui workforce digitation dan meningkatkan inklusi keuangan dengan fitur Go-Pay.
Rudiantara mengajak negara-negara di kawasan ASEAN untuk semakin membuka diri terhadap perkembangan teknologi digital tak henti terus dilakukannya.
Harapannya, dapat menangkal dan meminimalisir pihak asing yang ingin mengambil peranan pemanfaatan teknologi digital guna pemerataan ekonomi sosial.
"Bulan Desember, Indonesia menjadi host dari ASEAN ICT Research Meeting. Biasanya yang presentasi perusahaan-perusahaan dari Amerika. Saya berharap nantinya yang bicara adalah Nadiem Makarim, CEO Go-Jek di depan semua Menteri kawasan Asean berjumlah 10 orang," kata Rudiantara.
Lainnya yang dikemukakan Rudiantara mengenai rencana agenda kerjanya ke Argentina untuk menghadiri meeting negara G20 membahas isu gini ratio. Diketahui, negara-negara yang tergabung dalam G20 memiliki capaian ekonomi terbaik di dunia.
"Kita mengajukan Indonesia menjadi repository hub dari semua ekonomi digital. Gini ratio di negara kita berjalan di angka 39 persen yang artinya jumlah masyarakat tidak mampu menurun hampir 1 persen sejak pemerintahan Presiden Joko Widodo," ungkap Rudiantara.
Rudiantara menuturkan, keseriusan pemerintah Indonesia menjadi repository hub dengan telah diajukannya proposal oleh Kementerian Kominfo mengundang 19 Duta Besar negara-negara G20 dalam jamuan makan malam beberapa waktu lalu.
Dalam kesempatan agenda tersebut dipresentasikan tentang perkembangan teknologi digital di Indonesia yang dapat menurunkan angka gini ratio di kehidupan masyarakat.
Saat ini di negara-negara dunia, isu kesenjangan ekonomi dan sosial menjadi perhatian penting. Salah satu inisiatif yang diusulkan Pemerintah adalah bagaimana menggunakan teknologi digital untuk menurunkan isu kesenjangan.
Go-Jek tercatat menjadi Unicorn terbesar nomor satu di Indonesia. Sebagai informasi, unicorn adalah sebuah perusahaan bisnis memanfaatkan teknologi digital yang telah memiliki nilai valuasi lebih dari US$ 1 miliar.
Go-Jek menjadi perusahaan start up pertama di Indonesia yang disematkan sebagai unicorn sejak Agustus 2016. Berdasarkan data yang dirilis Go-Jek akhir tahun 2017, ada 100 juta transaksi yang terjadi di platform Go-Jek setiap bulannya.
Layanan Go-Jek saat ini sudah bermitra dengan lebih dari satu juta driver terdaftar, lebih dari 250 ribu penjual makanan dan lebih dari 30 ribu penyedia layanan lainnya. Rata-rata volume penjualan UMKM bisa meningkat 2,9 kali sejak bergabung dengan Go-Food.(wn)