JAKARTA (IndoTelko) - Kementrian Komunikasi dan Informatika mengharapkan aplikasi SALAM bisa menjadi salah satu platform peran pemuda dalam perekonomian.
"Pemerintah membuka seluas-luasnya kesempatan untuk Pemuda Pemudi Muslim dalam berinovasi di bidang apapun salah satunya adalah start up, seperti aplikasi SALAM ini," kata Menkominfo Rudiantara seperti dikutip dari laman Kominfo (1/4).
Rudiantara mengungkapkan, Indonesia diprediksi akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi digital di dunia. "Indonesia pada tahun 2030 akan diperkirakan menjadi salah satu dari negara 5 besar dengan kekuatan ekonomi dunia dan pemuda-pemudilah yang akan merasakannya nanti," tambahnya
Aplikasi SALAM merupakan besutan Komunitas Pemuda Indonesian Islamic Youth Economic Forum (ISYEF) berkolaborasi dengan Wave. Aplikasi itu digagas untuk memperkuat persaudaran antara pemudia muslim.
"Aplikasi salam merupakan wadah untuk memudahkan komunitas muslim dalam menghadiri berbagai kegiatan remaja masjid di seluruh Indonesia" kata perwakilan ISYEF Andi Nai.
Jejak Digital
Lebih lanjut Rudiantara mengingatkan generasi muda agar bisa mengelola jejak digital dengan senantiasa menjaga komentar dalam media sosial dan menyebarluaskan informasi yang baik. "Jagalah ponsel kita, adik-adik yang sekarang sudah duduk di SMU, nanti akan kuliah, kemudian akan dapat kerja. Kerja itu jaman sekarang itu, perusahaan melihat dari jejak digital," katanya.
Mengambil contoh salah seorang siswa SMK Palu bersama Isna Rahayu, Menteri Kominfo menjelaskan soal jejak digital. "Misalnya Isna, dari jejak digital di media sosial akan bisa dicek. Pernah komentar apa saja, pernah upload apa saja? Apakah ada yang negatif. Mungkin seperti malaikat Rakib dan Atid yang mencatat yang baik dan jelek," tuturnya.
Tak hanya mengajak untuk bicara baik, Rudiantara juga mengajak untuk memanfaatkan ponsel secara baik dengan menyebarluaskan konten yang baik pula. "Ayo posting yang baik-baik, contoh makanan lokal upload saja, atau kawasan wisata. Jadikan gunakan ponsel dan manfaatkan untuk yang baik. Saat ini kehidupan sehari-hari tak bisa dilepaskan dari ponsel. Kebiasaan bangun pagi pasti cari ponsel, bahkan ponsel ditaruh di atas tempat tidur. Saya ingin mengajak adik-adik dan semua yang hadir agar jangan menyebarkan konten negatif," tuturnya.
Menurut Menteri Kominfo dalam ajaran agama Islam diajarkan untuk tabayyun. Hal itu bisa dijadikan acuan ketika menerima informasi yang tersebar melalui ponsel.
"Jangan cepat menyebarkan informasi, teliti dulu. Ingat ciri-ciri informasi hoaks biasanya menandung kata dari kamar sebelah atau sebarkan," pungkasnya.(ak)