JAKARTA (IndoTelko) - PT XL Axiata Tbk (XL) memasang target tinggi untuk menggarap solusi Teknologi Informasi (TI) bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) tahun ini.
Anak usaha Axiata itu telah menggenggam sekitar 130 pelanggan untuk produk TI yang dibesutnya, dimana 65% diantaranya berasal dari segmen UKM.
Tahun ini, XL mengharapkan pelanggan dari solusi TI menggelembung menjadi 250 perusahaan.
"Kami percaya diri menggarap pasar TI, baik untuk korporasi atau UKM. Kita punya diferensiasi yang lumayan kuat," kata Chief Digital Service Officer XL Axiata Yessie D Yosetya di Jakarta, Jumat (8/5).
Dijelaskannya, saat ini ada sekitar 59 juta UKM di Indonesia, dimana baru sekitar 75 ribu UKM yang terbiasa dengan teknologi.
XL membagi segmen UKM ini dengan tingkatan pelaku usaha yang sudah tahu internet, belum tahu internet, dan membutuhkan layanan lebih dari internet.
"Kekuatan XL di solusi TI untuk korporasi dan UKM itu kalau untuk layanan cloud harga kompetitif, User Interface sederhana, dan mudah untuk dijual oleh pihak lain. Anda bisa lihat itu semua dari solusi Usahawan yang kami lansir beberapa waktu lalu," katanya.
Ditambahkannya, perseroan akan fokus di 17 kota besar di seluruh Indonesia yang memiliki basis UKM besar untuk menawarkan solusi cloud dan data center.
"Saat ini kontribusi cloud ke layanan Digital Service masih kecil, dibawah 10%. Kita ingin jadikan ini sebagai salah satu enabler bagi layanan data," katanya.
Cloud & Datacenter Senior Manager XL Meis Musida menambahkan, untuk layanan data center perseroan menawarkan sejumlah kemudahan dan harga yang terjangkau, sehingga ramah bagi kantong UKM.
"Boleh cek penawaran tetangga dengan XL. Kami buka harga hosting mulai dari Rp 65 ribu hingga Rp 110 ribu," katanya.
Ditambahkannya, hingga akhir tahun 2015, XL Axiata akan memiliki kapasitas data center sebesar 12.900 meter persegi, naik dari posisi triwulan I 2015 sebanyak 12.600 meter persegi dengan tingkat okupansi 33%.
Investasi yang sudah dikeluarkan untuk membangun infrastruktur di tiga lokasi yakni Jakarta, Surabaya, dan Pekanbaru senilai Rp 300 miliar.
Sejak akhir kuartal pertama tahun ini, Data Center XL telah mendapatkan sertifikat internasional yaitu, ISO/IEC 27001 untuk Information Security Management, ISO/IEC 20000-1 untuk Information Technology Services Management, dan sertifikat TIER III Design dari Uptime Institute, Amerika Serikat.
Ketiga sertifikasi internasional ini melengkapi sertifikat nasional MAWAS ID yang dikeluarkan oleh lembaga lokal Cloud Security Identity yang terafiliasi dengan Universitas Indonesia.
Selain itu,saat ini layanan Data Center dari XL juga telah berstatus sebagai Neutral Data Center, yang memungkinkan pengguna bisa memanfaatkan layanan Data Center ini dengan memanfaatkan fasilitas koneksi selain yang dimiliki oleh XL.
Sekadar diketahui, lebih seriusnya XL menggarap pasar TI untuk UKM menjadikan lampu kuning menyala bagi Telkom Grup yang telah lebih dulu bermain di segmen itu.
Belum lama ini, TelkomSigma merilis secara resmi solusi TI yang membidik pasar perusahaan start up serta Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dengan merek dagang STAR Cloud yang merupakanan layanan cloud virtual machine (Vmachine) secara online melalui platform e-commerce berbasis web. (dn)