JAKARTA (IndoTelko) – Pusat data biasanya diartikan sebagai suatu solusi yang dibangun sekali jadi. Seringkali pusat data dirancang bersama-sama dan di-implementasi dengan pelanggan untuk memenuhi suatu kebutuhan spesifik bisnis mereka.
Namun demikian, dalam masyarakat Web 2.0 modern saat ini, ‘standarisasi pusat data’ dalam skala besar yang perlu dikembangkan dengan layanan yang berbeda dari satu perusahaan dengan perusahaan lain.
Layanan standar pada perangkat keras biasaya terdiri dari tersedia-nya listrik dan pendingin udara dengan infrastruktur yang juga standar. Oleh sebab itu banyak pusat data yang memiliki kemiripan dalam berbagai aspek.
Rittal RiMatrix S adalah sebuah pusat data pertama di dunia yang menawarkan sesuatu yang baru dan inovatif bagi industri Teknologi Informasi. Sebuah alternatif penghematan bagi pusat data yang dibuat berdasarkan kebutuhan konsumen.
Pusat data ini memiliki desain khusus dan memiliki modul yang telah dikonfigurasi dan kompatibel, selain itu konsumsi daya dan efisiensi ratings yang sudah di rancang secara khusus.
RiMatrix S cocok bagi perusahaan kecil dan menengah dengan menghemat waktu pembangunan pusat data dan kemampuan untuk menyesuaikan dengan infrastruktur yang sudah ada. RitMatrix S terdiri dari rak, perangkat pendingin, perangkat cadangan daya dan sistem distribusi serta pengawasan. Konsep baru ini banyak diterapkan di Eropa, Amerika dan Asia Pasifik dan telah diterima secara internasional.
"Tujuan dari RiMatrix S adalah untuk memajukan teknologi pusat data, sehingga, di satu sisi, layanan TI dapat tersedia, sementara di sisi lain perangkat keras dioperasikan dengan biaya se-efektif mungkin. Tujuan akhirnya, mengarah pada penurunan biaya operasional dan penurunan emisi karbon dioksida," jelas Managing Director Rittal Indonesia Erick Hadi, dalam keterangan tertulisnya.
Dijelaskannya, modul kontrol pada RiMatrix S menggabungkan data dari semua komponen infrastruktur untuk menemukan titik operasi yang paling disempurnakan berdasarkan algoritma yang diturunkan dari operasi pusat data saat ini.
Dengan cara ini, perusahaan dapat memastikan efisiensi yang maksimal sepanjang waktu.
Pengukuran komprehensif pusat data RiMatrix S memungkinkan operator pusat data untuk melakukan perhitungan pengembalian investasi lengkap, termasuk biaya operasional (konsumsi daya) sejak di tahap perencanaan.
Dalam pengujian yang dilakukan lembaga TÜV Rheinland terhadap RiMatrix S, terlihat efektivitas partial Power Usage Effectiveness (pPUE) sebesar 1.05, yang artinya penggunaan daya sangat minimal, dan sangat dekat dengan nilai teoritis ideal di angka 1.00. Hal ini diharapkan memberikan pelanggan Rittal, suatu dasar keyakinan yang kuat bahwa RiMatrix S dapat diandalkan untuk perencanaan investasi ke depan.
Hal menarik lainnya, perhitungan simulasi PUE dilakukan untuk Indonesia menggunakan konfigurasi RiMatrix S Double 9, mensimulasikan metriks-metriks di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa RiMatrix S mampu mencapai PUE antara 1.20 dan 1.35, dengan rata-rata tahunan PUE sebesar 1.256.
Menurutnya banyak perusahaan yang mengoperasikan pusat data atau layanan cloud perlu berinvestasi pada perbaikan efisiensi energi, seperti diungkapkan oleh survei yang dilakukan atas nama Rittal oleh peneliti pasar IDC.
“57% dari responden melaporkan PUE mereka melebihi 2.0, yang berarti bahwa lebih dari setengah operator pusat data membuang energi dan biaya, sementara mereka dapat menggunakan biaya tersebut untuk kebutuhan lainnya,” tutupnya.(wn)