telkomsel halo

Investor ritel tembus 20 juta, Ajaib tekankan keandalan sistem digital

06:06:00 | 29 Jan 2026
Investor ritel tembus 20 juta, Ajaib tekankan keandalan sistem digital
JAKARTA (IndoTelko) - Pertumbuhan jumlah investor ritel di Indonesia terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini membuka peluang besar bagi perluasan inklusi pasar modal, sekaligus menghadirkan tantangan baru terkait keandalan sistem transaksi saham berbasis digital.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah investor pasar modal nasional telah mencapai 20,36 juta orang hingga akhir 2025. Lonjakan tersebut turut mendorong peningkatan volume dan kecepatan transaksi, sehingga akurasi sistem serta pemahaman investor terhadap mekanisme perdagangan menjadi aspek penting dalam menjaga kepercayaan pasar.

Associate Vice President Marketing Ajaib, Azizah, menyampaikan bahwa di tengah pesatnya adopsi investasi digital, kesiapan teknologi harus dibarengi dengan literasi transaksi yang memadai. Menurutnya, sistem perdagangan saham beroperasi secara real-time dan memproses seluruh instruksi sesuai input pengguna.

“Keandalan dan keamanan sistem menjadi prioritas, namun di saat yang sama investor juga perlu memahami setiap tahapan transaksi dengan cermat. Edukasi pengguna menjadi bagian penting dari ekosistem investasi digital,” ujar Azizah.

Ajaib juga menegaskan komitmennya terhadap transparansi, termasuk terkait isu pengalaman transaksi yang sempat menjadi sorotan publik pada pertengahan tahun lalu. Perusahaan menyatakan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan melalui komunikasi dan klarifikasi yang konstruktif antara seluruh pihak terkait.

“Kami mengapresiasi keterbukaan nasabah dalam memverifikasi fakta dan menyampaikan perkembangan secara objektif. Proses ini menghasilkan pemahaman bersama yang utuh mengenai mekanisme dan fitur transaksi yang tersedia, sehingga isu tersebut telah dinyatakan selesai,” tambahnya.

Sebagai perusahaan sekuritas yang berizin dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta tercatat sebagai anggota BEI, Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Ajaib memastikan setiap transaksi berjalan transparan dan dapat ditelusuri sesuai regulasi.

Dari sisi keamanan informasi, Ajaib telah mengadopsi standar internasional ISO 27001 dan secara rutin menjalani audit oleh lembaga independen. Perusahaan juga menyediakan berbagai panduan dan informasi di dalam aplikasi guna membantu investor memahami alur transaksi serta risiko yang melekat.

“Dengan bertambahnya investor baru, kami terus memperkuat fitur edukasi agar pengguna dapat mengambil keputusan investasi secara lebih sadar dan terukur,” jelas Azizah.

Ke depan, Ajaib berkomitmen untuk terus mengembangkan teknologi serta mendukung partisipasi investor ritel di pasar modal, termasuk melalui perluasan akses digital ke penawaran umum perdana saham (e-IPO) yang tetap berada dalam pengawasan regulator.

GCG BUMN
“Dengan sistem yang andal dan literasi pengguna yang baik, kami optimistis ekosistem pasar modal digital Indonesia dapat tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,” pungkas Azizah. (mas)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories