telkomsel halo

PINTU ingatkan risiko APK tidak resmi di Android

08:11:00 | 30 Jan 2026
PINTU ingatkan risiko APK tidak resmi di Android
JAKARTA (IndoTelko) - PT Pintu Kemana Saja (PINTU) mengingatkan pengguna Android untuk tidak mengunduh dan memasang file Android Package Kit (APK) dari sumber tidak resmi. Perusahaan menegaskan bahwa aplikasi PINTU hanya tersedia secara aman melalui Google Play sebagai langkah perlindungan terhadap ancaman kejahatan siber.

Head of Product Marketing PINTU, Iskandar Mohammad, menekankan pentingnya kewaspadaan pengguna di tengah meningkatnya modus penipuan digital. Menurutnya, keamanan akun dan aset pengguna menjadi prioritas utama PINTU, sehingga penggunaan aplikasi resmi menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

“Bagi pengguna Android yang ingin berinvestasi dan melakukan trading aset crypto, pastikan aplikasi PINTU diunduh hanya melalui Google Play. Banyak aplikasi tidak resmi beredar di internet dan berpotensi membahayakan data maupun aset pengguna,” ujar Iskandar.

Ancaman siber terhadap pengguna Android terus meningkat. Data Kaspersky menunjukkan bahwa pada kuartal III 2025, serangan terhadap perangkat Android melonjak hingga 38% dibandingkan kuartal sebelumnya. Salah satu pemicunya adalah praktik sideloading, yakni pemasangan file APK dari pihak ketiga di luar platform resmi.

Iskandar menjelaskan, APK tidak resmi kerap disusupi malware yang dirancang untuk mengakses data pribadi secara ilegal, bahkan mengambil alih aset di aplikasi layanan keuangan. Karena itu, ia menyarankan masyarakat untuk selalu mengunduh aplikasi PINTU langsung dari Google Play guna meminimalkan risiko tersebut.

Setelah aplikasi terpasang, pengguna dapat mulai berinvestasi dengan menyelesaikan proses Know Your Customer (KYC) sesuai ketentuan yang berlaku. PINTU juga mengimbau pengguna untuk memanfaatkan fitur keamanan tambahan di perangkat Android.

GCG BUMN
“Pengguna dapat mengaktifkan Play Protect untuk mendeteksi aplikasi berbahaya, rutin memperbarui aplikasi ke versi terbaru, mengganti kata sandi secara berkala, serta mengaktifkan two-factor authentication (2FA) sebagai lapisan keamanan tambahan,” jelasnya. (mas)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories