telkomsel halo

Kolaborasi Demi Uang Digital

11:54:44 | 24 Nov 2013
Kolaborasi Demi Uang Digital
Para pembicara New Wave of Less Cash Society (Dok)
Angkasa Pura 2
Pada Kamis (21/11) lalu IndoTelko Forum menyelenggarakan diskusi 'New Wave of Less Cash Society: Indonesian Chapter'.

Diskusi menghadirkan  Ketua Umum Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Alex Janangkih Sinaga, Direktur Inovasi dan Strategic Portofolio Telkom Indra Utoyo, Direktur Digital Service XL Axiata Dian Siswarini,  Vice President e-Commerce Garuda Indonesia Daniel Tumiwa, dan Presiden Direktur Ericsson Indonesia Sam Saba.

Acara tersebut merupakan puncak dari perayaan ulang tahun kedua dari situs ini yang resmi beredar di dunia maya pada 11 November 2011.

Sebagai media yang relatif baru kami bersyukur mendapatkan perhatian dari pembaca yang disasar dan bisa menjadi bagian dari perkembangan industri telekomunikasi sejak pertama kali beredar.

Sesuai dengan misi kala pertama kali media ini didirikan yakni ingin menjadi bagian dari kemajuan industri telekomunikasi Indonesia, tema tentang uang digital memang sengaja diangkat jelang tutup 2013 ini.

Pertimbangan pertama adalah uang digital akan menjadi salah satu killer apps dari operator untuk bisa bernegosiasi dengan para pemain Over the Top (OTT). Hal ini mengingat mobile commerce mulai tumbuh dan salah satu sarana untuk pembayaran yang ideal adalah pulsa dari pelanggan.

Hal lainnya, sebentar lagi akan keluar regulasi dari Bank Indonesia terkait branchless banking. Banyak kalangan beranggapan, regulasi ini akan menjadi pintu masuk kolaborasi yang lebih erat dua kutub industri yakni perbankan dan telekomunikasi mengembangkan uang digital di Indonesia menuju Less Cash Society.

Saat ini dari total populasi 245 juta penduduk di Indonesia, ada sekitar 165 juta masyarakat yang bisa disasar perbankan. Namun sayangnya, yang baru tergarap oleh bank baru sekitar 79 juta, sisanya 86 juta masih belum tersentuh sama sekali.

Di setiap 1.000 km2, bank hanya memiliki rata-rata 7,71 cabang, 12,39 ATM, dari total 30 ribu cabang dan 55 ribu ATM yang ada di Indonesia.

Sedangkan di rentang coverage yang sama, operator telekomunikasi telah membangun 61 ribu terminal yang artinya sekitar 95% coverage dari total 400 ribu titik reseller.  

Bayangkan jika kedua kutub ini bisa berkolaborasi, tentu akan menjadi suatu kekuatan yang luar biasa bagi perkembangan less cash society di Indonesia.

Kita berharap nantinya jika regulasi dari branchless banking keluar tidak terkesan menguntungkan satu kutub, tetapi solusi yang menggembirakan bagi semua pihak.

Jika ini terjadi, kondisi operator yang terkesan inferior di sektor uang digital bisa berbalik menjadi setara dengan para pemain dari perbankan. Ujungnya, yang diuntungkan adalah masyarakat Indonesia.

@IndoTelko

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories
Data Center Service Provider of the year