telkomsel halo

Ericsson prediksi Adopsi Agentic AI Indonesia tembus 44% pada 2030

05:05:00 | 01 Nov 2026
Ericsson prediksi Adopsi Agentic AI Indonesia tembus 44% pada 2030
JAKARTA (IndoTelko) Indonesia menempati peringkat kedua sebagai pasar dengan penggunaan kecerdasan buatan (AI) multimodal harian tertinggi di antara 27 negara yang diteliti Ericsson ConsumerLab. Sebanyak 22% konsumen Indonesia menggunakan AI setiap hari melalui teks, gambar, video, suara, maupun dokumen.

Temuan tersebut menunjukkan perubahan pola interaksi masyarakat dengan AI yang semakin beragam dan interaktif. Tiongkok menjadi satu-satunya pasar yang mencatatkan penggunaan lebih tinggi dibandingkan Indonesia dalam studi tersebut.

Ericsson memproyeksikan penggunaan AI multimodal secara intensif di Indonesia meningkat menjadi 45% pada 2030, melampaui proyeksi global sebesar 30%. Perkembangan ini dinilai akan meningkatkan kebutuhan terhadap jaringan yang memiliki kapasitas memadai, respons cepat, serta konektivitas stabil dan andal.

Kebutuhan tersebut semakin penting bagi pengguna AI intensif atau AI super users. Menurut laporan Ericsson, waktu respons AI memiliki pengaruh sekitar 20% terhadap kepuasan jaringan kelompok ini, dibandingkan 8% pada pengguna smartphone secara umum. Di Indonesia, pengaruh waktu respons AI terhadap kepuasan jaringan bagi kelompok tersebut tercatat sekitar tiga kali lebih besar.

Selain kinerja jaringan, aspek keamanan juga menjadi perhatian. Sebanyak 59% pengguna AI harian di Indonesia mengaku sangat khawatir terhadap asisten AI palsu yang bertindak atas nama mereka. Di sisi lain, penyedia layanan komunikasi di Indonesia berada di posisi kedua dalam tingkat kepercayaan konsumen untuk memverifikasi identitas asisten AI.

Presiden Direktur Ericsson Indonesia, Nora Wahby, mengatakan peningkatan penggunaan AI dengan beragam jenis konten membuat kebutuhan konektivitas ikut berkembang. Jaringan masa depan perlu menghadirkan pengalaman digital yang cepat, responsif, dan andal, sekaligus menjaga keamanan interaksi pengguna.

Agentic AI Makin Diminati

Perkembangan berikutnya adalah agentic AI, yakni teknologi AI yang dapat menjalankan tugas tertentu atas nama pengguna, seperti membandingkan produk, mengatur jadwal, hingga mengelola pembelian berulang.

Ericsson memperkirakan adopsi agentic AI di Indonesia meningkat dari 8% saat ini menjadi 44% pada 2030. Konsumen juga memperkirakan pendelegasian tugas rutin kepada AI dapat menghemat sekitar satu jam waktu layar setiap hari.

Perubahan tersebut berpotensi meningkatkan kebutuhan terhadap jaringan berlatensi rendah, kapasitas unggah (uplink) yang memadai, serta performa koneksi yang konsisten. Kebutuhan konektivitas juga diperkirakan meluas ke perangkat selain smartphone, termasuk kacamata pintar (smart glasses).

Ericsson ConsumerLab memproyeksikan 35% konsumen Indonesia akan menggunakan AI melalui perangkat selain smartphone pada 2030. Perkembangan ini membuat kesiapan infrastruktur jaringan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung perluasan layanan AI dan transformasi digital Indonesia.

GCG BUMN
Laporan An Agentic Life: How Consumer AI Usage is Shaping Future Network Needsdisusun berdasarkan survei terhadap lebih dari 43.000 pengguna smartphone berusia 1569 tahun di 27 pasar. Pengumpulan data dilakukan pada JuniAgustus 2025 serta FebruariMaret 2026. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories