JAKARTA (IndoTelko) - Ericsson memperkenalkan portofolio terbaru yang mencakup radio AI-ready, antena, serta perangkat lunak Radio Access Network (RAN) berbasis kecerdasan buatan. Solusi ini dirancang untuk membantu operator, termasuk di Indonesia, membangun jaringan yang lebih adaptif, efisien, dan siap menghadapi kebutuhan masa depan.
Seiring pesatnya perkembangan aplikasi berbasis AI secara global, jaringan seluler dituntut menghadirkan performa yang semakin tinggi, mulai dari peningkatan kapasitas uplink, latensi rendah, hingga efisiensi energi yang lebih optimal. Portofolio terbaru ini ditujukan untuk menjawab kebutuhan tersebut sekaligus mendukung ekspansi jaringan 5G yang lebih efisien dari sisi biaya dan operasional.
Di Indonesia, pengembangan 5G masih menjadi prioritas strategis, sejalan dengan target pemerintah dalam memperluas cakupan layanan secara bertahap hingga 2030. Dalam konteks ini, kesiapan infrastruktur, optimalisasi spektrum, serta efisiensi investasi menjadi faktor penting dalam mendorong adopsi teknologi generasi kelima secara berkelanjutan.
Presiden Direktur Ericsson Indonesia, Nora Wahby, menegaskan bahwa kebutuhan jaringan saat ini tidak hanya berfokus pada kecepatan, tetapi juga kecerdasan dan keberlanjutan. Integrasi AI ke dalam RAN dinilai mampu menghadirkan jaringan dengan performa tinggi yang lebih adaptif sekaligus hemat energi, sehingga mendukung operator dalam mempercepat implementasi 5G.
Portofolio baru ini mencakup sepuluh perangkat radio berbasis AI, peningkatan software RAN, serta lima antena berkinerja tinggi yang dirancang untuk mengoptimalkan penggunaan spektrum dan meningkatkan performa jaringan. Dengan dukungan AI pada lapisan hardware dan software, operator dapat mengelola sumber daya jaringan secara lebih dinamis, termasuk dalam pengaturan lalu lintas dan efisiensi operasional.
Teknologi seperti beamforming cerdas, prediksi cakupan jaringan berbasis AI, serta pengelolaan mobilitas yang lebih presisi memungkinkan alokasi kapasitas dilakukan secara real-time sesuai kebutuhan pengguna. Hal ini tidak hanya meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga membuka peluang baru bagi operator untuk menghadirkan layanan berbasis kebutuhan spesifik, baik untuk segmen konsumen maupun enterprise.
Bagi pengguna, peningkatan ini akan terasa dalam bentuk konektivitas yang lebih stabil, mulai dari streaming yang lebih lancar hingga pengalaman gaming dan aplikasi real-time yang lebih responsif. Di sisi lain, kemampuan jaringan yang semakin fleksibel juga memberi ruang bagi operator untuk mengembangkan model monetisasi baru di luar layanan data konvensional.
Melalui inovasi ini, Ericsson menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan ekosistem 5G di Indonesia dengan menghadirkan solusi jaringan yang lebih cerdas, efisien, dan berkelanjutan. (mas)