JAKARTA (IndoTelko) Ericsson menegaskan percepatan implementasi jaringan 5G menjadi kunci dalam memperkuat daya saing ekonomi digital Indonesia.
Hal tersebut disampaikan dalam partisipasi Ericsson pada Indotelko Forum 2026 yang mempertemukan para pemangku kepentingan untuk membahas arah pengembangan konektivitas digital nasional.
Ericsson menilai 5G kini bukan sekadar evolusi teknologi, melainkan fondasi infrastruktur strategis untuk mendukung transformasi berbagai sektor, mulai dari manufaktur, logistik, energi hingga layanan publik, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
Berdasarkan laporan Ericsson Mobility Report, jumlah pelanggan 5G secara global diperkirakan mencapai 2,9 miliar pada 2025 dan meningkat menjadi 6,4 miliar pada 2032. Seiring itu, trafik data seluler diproyeksikan tumbuh lebih dari dua kali lipat dalam periode yang sama.
Di Indonesia, potensi ekonomi dari 5G juga dinilai signifikan. GSMA memperkirakan pengembangan teknologi ini dapat berkontribusi hingga US$41 miliar terhadap PDB nasional pada periode 20242030.
President Director Ericsson Indonesia, Nora Wahby, mengatakan 5G telah menjadi infrastruktur krusial untuk mendorong transformasi digital melalui jaringan berkecepatan tinggi, andal, dan berlatensi rendah.
Menurutnya, kebutuhan akan jaringan yang tangguh dan cerdas semakin meningkat seiring berkembangnya layanan digital dan teknologi baru, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).
Sementara itu, Head of Government and Industry Relations Ericsson Indonesia, Ronni Nurmal, menilai adopsi AI dan 5G di Indonesia masih berada pada tahap awal dibandingkan negara lain di Asia Tenggara.

Namun, ia optimistis Indonesia memiliki peluang besar untuk mempercepat transformasi digital melalui kebijakan spektrum yang tepat, kolaborasi lintas sektor, serta dukungan ekosistem industri yang seimbang.
Saat ini, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital tengah menyiapkan pelelangan spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz guna mendukung percepatan implementasi 5G.
Ericsson menilai ketersediaan spektrum, kepastian regulasi, dan iklim investasi yang kondusif menjadi faktor kunci agar pengembangan 5G di Indonesia dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.
Menurut perusahaan, keputusan strategis dalam pembangunan dan pengelolaan jaringan saat ini akan sangat menentukan kecepatan Indonesia dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. (mas)