JAKARTA (IndoTelko) Perkembangan kecerdasan buatan (AI), robot rumah tangga, hingga realitas virtual (VR) diproyeksikan mendorong terbentuknya pasar baru teknologi keluarga atau family tech dalam satu dekade ke depan. Teknologi tidak lagi sekadar perangkat pendukung, melainkan menjadi bagian dari aktivitas harian rumah tangga, membuka peluang bisnis layanan digital sekaligus meningkatkan kebutuhan proteksi keamanan siber.
Survei global Kaspersky menunjukkan 81% responden meyakini digitalisasi akan mengubah secara mendasar cara keluarga menghabiskan waktu bersama. Tren tersebut dinilai menciptakan permintaan baru terhadap aplikasi berbasis AI, perangkat pintar rumah, serta solusi keamanan untuk melindungi data pribadi pengguna.
Layanan Berlangganan
Di segmen hiburan keluarga, hampir separuh responden global memprediksi dongeng pengantar tidur berbasis AI akan menjadi kebiasaan baru. Di Indonesia, angkanya lebih tinggi, mencapai 58%, terutama di kalangan usia muda.
Aplikasi berbasis AI yang menyajikan cerita interaktif dan personalisasi karakter dinilai berpotensi berkembang sebagai model bisnis berbasis langganan, menyasar orang tua yang membutuhkan solusi praktis untuk mendampingi anak.
Selain itu, 31% keluarga Indonesia memperkirakan anak akan lebih memilih hewan peliharaan digital dibandingkan hewan sungguhan. Tren ini membuka ruang bagi pengembang gim, edutech, dan perangkat IoT untuk menawarkan produk hiburan sekaligus edukasi.
Namun, Kaspersky mengingatkan peningkatan adopsi layanan digital keluarga harus diimbangi proteksi privasi dan data, mengingat banyak aplikasi mengumpulkan informasi sensitif pengguna anak.
Permintaan Perangkat
Transformasi digital juga mengubah pola interaksi keluarga. Sekitar 49% responden Indonesia memprediksi perayaan keluarga akan lebih sering dilakukan melalui panggilan video, sementara sebagian lainnya mulai mempertimbangkan konsep liburan virtual berbasis VR.
Perubahan ini berpotensi mendorong penjualan perangkat seperti headset VR, kamera pintar, hingga perangkat konferensi rumah tangga, sekaligus memperluas ekosistem smart home.
Kaspersky menilai semakin banyak perangkat terhubung berarti semakin besar pula potensi risiko keamanan yang harus dikelola pengguna.
Segmen Baru
Sebanyak 43% responden global memperkirakan robot rumah tangga akan menjadi bagian dari kehidupan keluarga, tidak hanya untuk otomasi pekerjaan rumah, tetapi juga fungsi pendampingan dan hiburan.
Segmen ini diperkirakan menjadi pasar baru bagi produsen perangkat keras dan pengembang AI. Namun, setiap perangkat pintar yang terhubung ke internet berpotensi menjadi pintu masuk serangan siber.
“Semakin banyak perangkat digital di rumah, semakin luas pula permukaan risiko yang harus diamankan,” kata perwakilan Kaspersky.
Melihat tren tersebut, Kaspersky memposisikan keamanan digital sebagai kebutuhan dasar dalam ekosistem family tech. Perusahaan mendorong pengguna menerapkan praktik keamanan seperti mengganti kata sandi bawaan, memperbarui firmware, serta memisahkan jaringan perangkat pintar.
Kaspersky juga menawarkan solusi seperti Kaspersky Safe Kids dan Kaspersky Premium dengan fitur Smart Home Monitor untuk memantau aktivitas jaringan Wi-Fi rumah secara real-time dan mendeteksi perangkat asing.
Menurut Kaspersky, pertumbuhan perangkat AI, robot, dan VR di rumah tangga akan terus menciptakan peluang pasar baru, namun keberlanjutan adopsinya sangat bergantung pada kepercayaan pengguna terhadap aspek keamanan.
Dengan demikian, keamanan siber dinilai bukan lagi fitur tambahan, melainkan fondasi utama bagi berkembangnya bisnis teknologi keluarga di masa depan. (mas)