telkomsel halo

Bitcoin Rebound, target teknis US$92.000

06:05:00 | 23 Jan 2026
Bitcoin Rebound, target teknis US$92.000
JAKARTA (IndoTelko) - Harga Bitcoin bergerak menguat seiring membaiknya sentimen risiko global setelah tensi Amerika SerikatEropa terkait Greenland mereda. Meski rebound terjadi, pelaku pasar tetap menantikan konfirmasi di area teknikal kunci US$92.000 (sekitar Rp1,55 miliar).

Pada perdagangan Kamis (22/1), Bitcoin naik 0,55% ke level US$89.806 (±Rp1,5 miliar) dalam 24 jam terakhir, memantul setelah koreksi mingguan sebesar 6,38%. Faktor pendorong penguatan antara lain akumulasi pembelian whale saat harga berada di bawah US$90.000, meredanya tekanan geopolitik ASEropa, serta bertahannya harga di support teknikal utama.

Whale Jadi Penggerak Utama

Data on-chain menunjukkan alamat dompet dengan kepemilikan minimal 1.000 BTC menambah aset saat harga turun di bawah US$90.000, sementara investor ritel cenderung melepas posisi. Pola ini sering mendahului fase rebound karena aksi beli pelaku besar menyerap tekanan jual ritel.

Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menilai akumulasi whale menjadi sinyal kepercayaan terhadap prospek jangka panjang Bitcoin, meski volatilitas jangka pendek masih tinggi. “Pembelian di bawah US$90.000 menunjukkan area ini menarik untuk akumulasi. Namun, rebound ini perlu konfirmasi karena tekanan makro dan arus dana institusional belum sepenuhnya mereda,” ujarnya.

Sentimen Geopolitik Mendukung

Meredanya tensi ASEropa, termasuk penundaan ancaman tarif dan pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menegaskan tidak akan menggunakan kekuatan militer, ikut memperbaiki risk appetite. Indeks Fear & Greed kripto naik tipis ke 34 dari sebelumnya 32, meski masih berada di zona fear.

Bitcoin Bertahan di Support Teknis

Secara teknikal, Bitcoin bertahan di support penting menurut Fibonacci retracement, meski momentum masih cenderung bearish. Resisten jangka pendek berada di rata-rata pergerakan 7 hari (7-day SMA) sekitar US$92.864. Fyqieh menekankan, “Level US$92.00093.000 krusial. Jika Bitcoin mampu bertahan di atasnya, peluang tren turun jangka pendek bisa tereliminasi.”

Kendati demikian, penguatan masih terbatas oleh tekanan arus keluar ETF Bitcoin sebesar US$707,3 juta pada 21 Januari dan hambatan teknikal di area 200-day SMA sekitar US$105.541. Saat ini Bitcoin masih sekitar 18% di bawah ATH Oktober 2025 di US$109.309, mencerminkan kehati-hatian pasar terhadap risiko makro.

Pantauan ke Depan

Investor akan memantau kelanjutan akumulasi whale dan konsistensi spot exchange outflows sebagai indikasi suplai semakin ketat. Dari sisi global, sentimen positif datang dari komentar Donald Trump yang memuji penasihat ekonominya, Kevin Hassett, meredakan kekhawatiran pasar terkait kemungkinan Hassett menjadi Ketua The Fed.

GCG BUMN
Namun, sentimen ini tertahan oleh data tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan, sehingga ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed mundur ke Juni 2026, meski pasar masih memproyeksikan dua kali penurunan suku bunga sepanjang tahun. (mas)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories