telkomsel halo

PGE mulai eksekusi PLTP Lumut Balai Unit 3 55 MW

05:39:00 | 16 Jan 2026
PGE mulai eksekusi PLTP Lumut Balai Unit 3 55 MW
JAKARTA (IndoTelko) - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) resmi memasuki tahap eksekusi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 MW. Proyek yang berlokasi di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Lumut Balai, Sumatera Selatan ini ditargetkan mulai beroperasi penuh pada 2030.

Tahap awal proyek ditandai dengan pelaksanaan kick-off meeting pada Senin (12/1) yang menjadi pijakan awal penguatan koordinasi internal lintas fungsi di lingkungan PGE. Dalam pelaksanaannya, perusahaan juga menjalin kolaborasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan eksternal, termasuk pemerintah daerah, kontraktor, masyarakat sekitar, PLN, serta instansi pemerintah terkait, guna memastikan proyek berjalan sesuai rencana.

Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Ahmad Yani, menyampaikan bahwa kick-off meeting menjadi momen krusial untuk memastikan kesiapan proyek dari berbagai aspek, mulai dari teknis, perizinan, pendanaan, hingga mitigasi risiko. Menurutnya, pengembangan energi baru dan terbarukan, khususnya panas bumi, kini berada pada fase strategis sejalan dengan kebijakan nasional dalam RUPTL 20252034.

“PLTP Lumut Balai Unit 3 telah ditetapkan sebagai bagian dari arah strategis pemerintah dan tercantum dalam Blue Book 20252029 Kementerian PPN/Bappenas. Proyek ini mencerminkan komitmen PGE dalam memperkuat kapasitas panas bumi nasional sekaligus menjawab pertumbuhan kebutuhan listrik di Sumatera Selatan,” ujarnya.

Pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 3 merupakan kelanjutan dari Unit 2 berkapasitas 55 MW yang telah beroperasi sejak Juni 2025. Keberhasilan tersebut mendukung target PGE untuk mencapai kapasitas terpasang yang dikelola secara mandiri sebesar 1 GW dalam dua hingga tiga tahun ke depan, serta 1,8 GW pada 2033. Saat ini, PGE juga telah mengidentifikasi potensi panas bumi hingga 3 GW dari 10 WKP yang dikelola sebagai dasar pengembangan jangka panjang.

Di sisi lain, sektor panas bumi turut memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional. Sepanjang 20102024, industri ini mencatatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sekitar Rp21,43 triliun. Selain itu, Dana Bagi Hasil (DBH) panas bumi kepada daerah penghasil mencapai Rp10,82 triliun pada periode 20192024, yang turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui efek berganda.

GCG BUMN
Saat ini, PGE mengelola total kapasitas terpasang sebesar 727 MW di enam wilayah operasi. Perusahaan juga tengah mengembangkan proyek strategis lainnya, seperti PLTP Hululais Unit 1 dan 2 dengan total kapasitas 110 MW, serta proyek co-generation bersama PLN Indonesia Power yang secara keseluruhan mencapai 230 MW. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories