Ngebut Internetnya Banyak Bonusnya
Ngebut Internetnya Banyak Bonusnya
telkomsel halo

Peruri Garap Bisnis Uang Digital

11:57:15 | 18 Feb 2014
Peruri Garap Bisnis Uang Digital
Ilustrasi (Dok)
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko) - Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri) menggarap bisnis uang digital dengan mendirikan anak usaha PT Peruri Digital Security (PDS).

"Kami dirikan anak usaha ini untuk mengantisipasi meningkatnya penggunaan uang elektronik dalam beberapa waktu ke depan," kata Direktur Utama Perum Peruri Prasetio, kemarin.

PDS yang 99% sahamnya dikuasai Peruri ini menggandeng delapan mitra strategis dalam pengembangan sistem pembayaran secara digital (digital payment system). Kedelapan mitra strategis itu meliputi PT Wahyu Kartumasindo International, PT Cipta Sriganti Lestari, PT Multipolar, PT Jati Piranti Solusindo, PT Angkasa Pura I Logistik, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, GHL Malaysia, serta Hard Rock Cafe Jakarta.

“Kami berharap PDS bisa menjadi salah satu perusahaan pengembangan digital money terkemuka. Kita siapkan PDS modal kerja Rp  80 miliar untuk mengembangkan bisnis ini dan bisa  berkontribusi sekitar 10% bagi total omzet perseroan.Saat ini pendapatan Peruri mengandalkan dari pendapatan mencetak uang, dokumen dan surat berharga lainnya,” ujarnya. 

Ngebut Internetnya Banyak Bonusnya
Direktur Utama PDS Kemal I Santoso menambahkan,  e-money memiliki komunitas merchant, bank, dan telekomunikasi.PDS akan bermain di komunitas itu melalui sistem maupun kartunya.

“Kami bukan penerbit e-money. PDS memosisikan diri sebagai fasilitator yang berupaya mewujudkan adanya interoperability sistem pembayaran nasional, termasuk mewujudkan implementasi certification of authority di dalam ekosistem pembayaran,” katanya.

Bakti
Masuknya Peruri di bisnis uang digital akan berhadapan dengan pemain lokal lainnya seperti Finnet atau Doku.(ak)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Telkom DES
More Stories
Data Center Service Provider of the year
Financial Analysis
XL kurangi kepemilikan di PDGDC